Virus Corona di Banten

Kepala BIN Banten Ungkap Marak Hoaks Soal Vaksin di Pondok Pesantren dan Sekolah

Celakanya, Cahyono mengungkapkan, hoaks itu marak di fasilitas pendidikan Islam seperti pondok pesantren dan madrasah.

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
TribunnBanten.com
Kabinda Banten, Brigjen TNI Cahyono Cahaya Angkasa, di SMPN 11 Tangsel, Serpong, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Banten, Brigjen TNI Cahyono Cahaya Angkasa, mengungkap marak kabar bohong atau hoaks tentang vaksinasi Covid-19.

Dari mulai vaksin disebut racun, hingga haram untuk dikonsumsi.

Celakanya, Cahyono mengungkapkan, hoaks itu marak di fasilitas pendidikan Islam seperti pondok pesantren dan madrasah.

Hal itu disampaikan Cahyono selesa meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar BIN di SMPN 11 Tangsel, Jalan Buana Kencang, Serpong, Kamis (12/8/2021).

"Di Banten ini yang banyak hoaks, supaya sekolah, pondok pesantren, madrasah, tsanawiyah, aliyah, tidak usah divaksin, karena vaksin ini haram," ucap Cahyono.

"Kemudian vaksin ini membahayakan, merupakan racun untuk generasi muda," imbuh dia. 

Baca juga: IDI Serang Sebut Masih Banyak Pasien Positif Covid-19 Menolak dirawat Karena Termakan Hoaks

Cahyono membeberkan bahwa, hoaks itu bukan beredar begitu saja, melainkan ada pihak yang menghembuskan.

Berdasarkan analisis intelijen, ada pihak tidak senang dengan program pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19 ini.

"Mereka ingin mencari salah pemerintah. Karena Pemerintahan Joko Widodo sudah membuat kebijakan yang sangat kuat, dan kebijakan itu membuat masyarakat sehat," kata Cahyono.

Analisa tersebut terbukti dengan banyaknya pengungkapan kasus kabar hoaks oleh kepolisian.

"Itu ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan hoaks."

Baca juga: Eks Anggota DPRD Akui Bohong Buat Video Hoaks Mata Ditusuk Petugas PPKM, Polisi: Proses Hukum Lanjut

"Rekan kepolisian sudah menangkap beberapa orang yang menyebarkan hoaks untuk orang merasa takut," ujarnya. 

Cahyono berharap, para santri dan siswa yang sudah divaksin untuk ikut menyosialisasikan, bahwa vaksin itu aman.

Vaksinasi sangat diperlukan untuk bisa mengatasi pandemi Covid-19 dengan terciptanya kekebalan komunal atau herd immunity.

"Dulu ada vaksin polio, ada vaksin kolera, toh yang divaksin seperti saya masih sehat, bukan racun."

"Kami berharap kepada yang sudah vaksin, anak-anak sekolah, anak-anak pesantren mensoslisasikan masyarakat. Sehingga akan tercipta herd immunity.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved