Breaking News:

Virus Corona di Banten

IDI Serang Sebut Masih Banyak Pasien Positif Covid-19 Menolak dirawat Karena Termakan Hoaks

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Serang menyebutkan masih banyak pasien positif Covid-19 yang menolak dirawat di rumah sakit

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Chinatopix, via Associated Press / Tribunnnews
Ilustrasi pasien Covid-19 di ruang perawatan 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Serang menyebutkan masih banyak pasien positif Covid-19 yang menolak dirawat di rumah sakit atau instalasi kesehatan lainnya.

Ketua IDI Cabang Serang dr. Atep Supriadi, mengatakan bahwa, penolakan pasien terkonfirmasi Covid-19 terjadi ketika dirinya menerima konsultasi dari masyarakat.

"Iya kebanyakan dari mereka yang disarankan untuk dirawat malah menolak dengan alasan takut di Covid-kan, karena kebanyak setelah dirawat menurut mereka akan meninggal," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Senin (9/8/2021).

Atep menuturkan bahwa, hal tersebut dipengaruhi juga oleh adanya informasi yang diterima oleh masyarkat tanpa melihat sumbernya terpercaya atau tidak.

Baca juga: Cara Cek dan Cetak Sertifikat Vaksin Covid-19: Bisa Lewat Aplikasi dan Web

Menurutnya, dengan mengikuti perawatan di instalasi kesehatan, pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 ikut membantu pencegahan meluasnya penyebaran penyakit ini.

"Kalau perlu isolasi mandiri di rumah ya bisa dilakukan. Tetapi kan di rumah itu ada orang lain yang memungkinkan terpapar," ucapnya.

Kemudian, kata dia, tidak ada petugas medis yang intensif melakukan pemantauan baik dalam hal pemberian obat, makanan bergizi dan vitamin.

Adanya hal itu, ia pun meminta kepada pemerintah agar menggencarkan kembali sosialisasi edukasi soal pencegahan paparan penyakit akibat virus Covid-19 di masyarakat.

Baca juga: Update Covid-19 di Banten Hari Ini 9 Agustus 2021, Sebanyak 2.487 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Selain diperlukan sosialisasi edukasi masalah memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, terdapat faktor lain yang harus dipahami oleh masyarakat yakni faktor itu adalah pelacakan, pengetesan dan pengobatan atau dikenal dengan 3T (Testing-Tracing-Treatment).

"Perlu komunikasi dengan melibatkan satgas dan pihak atau bagian terkait, tidak hanya oleh tenaga medisnya. diperlukan ketegasan pihak - pihak terkait terutama Satgas atau bahkan dari TNI dan Polri," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved