Breaking News:

Bansos Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Cilegon Diajukan Setahun Sebelum Penganggaran

Menurutnya, yang paling utama mendapat program RS-RTLH adalah mereka yang tidak tercatat di DTKS dan tanahnya milik pribadi.

Penulis: Khairul Ma'arif | Editor: Abdul Qodir
istimewa
Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Serang semakin berkurang. Saat ini, RTLH yang perlu direhab tinggal 4.889 unit lagi. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Pengajuan bantuan sosial (bansos) Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon wajib diajukan satu tahun sebelum penganggaran agar dapat diterima.

Karena program ini bersifat terencana sehingga ada periode mengajukan dan tidak bisa dadakan atau kondisional saat ada temuan rumah roboh atau RTLH di lapangan.

Meski begitu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Cilegon, Thorfatul Uyun memberikan alternatif lain untuk kasus tersebut.

"Jika ada kasus seperti itu biasanya kita arahkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk dapat dibantu," katanya kepada wartawan di Kantor Dinsos Cilegon, Senin (16/8/2021).

Thorfatul menjelaskan jadi sebenarnya masih bisa dibantu dengan anggaran non APBD.

"Terutama jika rumah robohnya ini tidak termasuk di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan juga tanahnya juga bukan milik pribadi," tambahnya.

Baca juga: Ini Kriteria yang Bisa Menerima Bansos RS-RTLH Kota Cilegon

Menurutnya, yang paling utama mendapat program RS-RTLH adalah mereka yang tidak tercatat di DTKS dan tanahnya milik pribadi.

Sementara itu, di tempat yang sama seorang keluarga penerima manfaat (KPM) dari Kelurahan Tamansari, Slamet Riyadi mengatakan nilai bantuan yang didapatinya sebesar Rp 7,5 juta.

Dirinya menjelaskan dengan jumlah tersebut yang terpenting adalah disyukuri.

"Cukup ga cukup yang penting mah disyukuri Alhamdulilah masih ada yang ngasih bantuan initinya kita sedikit banyaknya masih dapat merehab rumah," ujarnya.

Ia mengungkapkan saat ini bantuan yang didapatinya untuk memperbaiki lantai dan dinding karena pengajuan di proposalnya seperti itu.

"Kalau mau lebih dari itu ya harus pakai uang sendiri," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved