Video Harimau Sumatera Mati, Warga Pasaman Kafani, Kuburkan dan Ditangisi Bangkainya
Kematian harimau tersebut diperlakukan warga di Padang Gelugur, Pasaman, Sumatera Barat, layaknya manusia yang meninggal dunia.
TRIBUNBANTEN.COM - Video seekor harimau Sumatera sekarat di dekat Bendungan Sontang, Kenagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Video berdurasi 2 menit 12 detik itu viral di sejumlah akun Instagram.
Dalam video, awalnya harimau sakit itu dielus-elus warga.
Harimau sekarat itu kemudian mati, Sabtu (14/8/2021) sekitar pukul 11.00 WIB.
Warga berbondong-bondong menyaksikan pemakaman harimau.
Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ade Putra, mengaku melihat langsung prosesi penguburan bangkai Panthera Tigris Sumatra yang dilakukan secara tak biasa oleh warga.
Namun, warga di Padang Gelugur menginginkan agar harimau itu dikubur.
Baca juga: Harimau Sumatera Ditemukan Mati oleh Warga Lalu Dikubur dengan Cara Dicor Semen, Ini Tujuannya
Warga Pasaman memercayai mitos, jika bangkai raja hutan dibawa keluar dari kampung, mereka akan tertimpa bencana.
Harimau itu dikafani dengan kain panjang dan dikuburkan secara baik-baik. Sedangkan warga datang berbondong-bondong dan ada juga yang menangis.
Kepala BKSDA Sumbar Ardi Ardono mengatakan mereka sudah datang ke lokasi saat menerima kabar adanya harimau yang sakit.
Menurut Ardi, saat dokter hewan ke sana, kondisi harimau itu sudah sekarat.
Baca juga: 2 Harimau Sumatera di TMR Sembuh dari Covid-19, Begini Kondisi Terkini 3 Petugas yang Merawat
Suhu badannya tinggi dan mengeluarkan kotoran berwarna hitam.
Setelah harimau tewas, petugas BKSDA ingin membawa bangkai harimau jantan berusia 7 tahun tersebut untuk diperiksa penyebab kematiannya.
Ketika petugas berencana membawa harimau, warga menolaknya sehingga sempat terjadi cek-cok.
Warga Padang Gelugur, Pasaman, Sumatera Barat menginginkan bangkai Harimau itu dikuburkan di dekat rumah tokoh masyarakat.
Petugas BKSDA yang dikawal sejumlah aparat kepolisian akhirnya mengalah.
Video Editor : Rizki Asdiarman | Voice Over : Siti Khairun Nisa