Waduh! Rumah Penerima Bansos Covid-19 Bakal Dilacak Satelit, Ini Alasannya
Pemerintah pusat berupaya memastikan pemberian bantuan untuk warga terdampak Covid-19 tepat sasaran.
TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah pusat berupaya memastikan pemberian bantuan untuk warga terdampak Covid-19 tepat sasaran.
Upaya itu dilakukan dengan cara melacak tempat tinggal para penerima bantuan sosial.
Kementerian Sosial (Kemensos) akan bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, upaya pihaknya bekerja sama dengan Lapan untuk memastikan bansos yang disalurkan pemerintah betul-betul tepat sasaran.
"Kami bekerja sama juga dengan Lapan. Kita akan tahu nanti kalau posisi dari rumah (penerima) itu dengan data geospasialnya, citra satelitnya itu akan tahu posisi rumah itu," kata Risma, dalam sebuah webinar bertema "Bansos Dipotong, Kemana Harus Minta Tolong?" yang ditayangkan lewat YouTube KPK pada Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Bansos Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni di Cilegon Diajukan Setahun Sebelum Penganggaran
Baca juga: Bantuan Jamsosratu Bakal Disalurkan Mulai Oktober, Besaran Uang Belum Dipastikan
Menurut Risma, pelacakan itu diperlukan untuk memastikan penerima bansos sudah sesuai kriteria dengan melihat dari kondisi rumahnya.
"Suatu saat maka kita akan tahu dia ngomong, 'saya masih miskin, tapi ternyata rumahnya tambah besar kok.' Kan kita bisa bandingkan nanti," ucap Risma.
Risma berharap, data-data tersebut ke depan bisa dimaksimalkan untuk membantu penyaluran bantuan kepada masyarakat.
"Nah, nanti ke depan kita bisa harapkan input-input itu bisa kita maksimalkan," tutur Risma.
Adapun saat ini, Risma menuturkan, Kementerian Sosial masih bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mengetahui rumah para penerima bansos.
Kebetulan, kata dia, PT Pos Indonesia selama ini menjadi penyalur yang mengantarkan bansos secara langsung ke rumah-rumah masyarakat.
Risma mengaku selain memiliki titik-titik koordinat rumah penerima bansos, pihaknya juga mempunyai foto-foto rumah tersebut.
"Sekarang yang melakukan (pelacakan) itu PT Pos. Kami sekarang punya titik-titik koordinat rumah penerima bantuan itu, punya kami," ujarnya.
"Karena kebetulan PT Pos mengantar (bantuan). Kami minta tambahan aplikasi untuk juga memfoto rumah itu. Tapi yang bank ini kami belum punya."
Lebih lanjut, Risma mengatakan pihaknya akan segera melengkapi data-data baik numerik maupun spasial. Nantinya, data tersebut dibandingkan dengan data kependudukan.
Menurutnya, akan jauh lebih bagus jika ke depan pihaknya juga mempunyai data yang bisa melihat soal penggunaan listrik penerima bansos.
"Akan sangat bagus sekali sebetulnya kalau kita juga akan lihat misalkan ke depan penggunaan listrik. Nanti kita akan lebih tahu detailnya, maka kita akan lebih lengkap," ujarnya.
Baca juga: Ini Kriteria yang Bisa Menerima Bansos RS-RTLH Kota Cilegon
Baca juga: Login eform.bri.co.id/bpum untuk Reservasi Antrean Bantuan Tunai UMKM Rp 1,2 Juta
Jangan sampai seseorang yang menerima bansos ternyata pemakaian listriknya tidak wajar atau memperlihatkan tidak sesuai dengan kriteria.
"Bagaimana mungkin dia menerima itu bantuan, misalnya rumahnya 10.000 ribu watt, tapi menerima bantuan. Ini masih ada yang seperti itu," ujar Risma.
Karena itulah, Risma mengaku akan mencari penerima bansos dengan kriteria yang demikian. Ia ingin mengingatkan agar mereka sadar dan mengembalikan batuan tersebut.
"Jadi, sekarang ini saya lagi cari yang seperti itu untuk membuat dirinya sadar dan mereka mau kembalikan itu bantuan," kata Risma.
Tulisan ini sudah tayang di kompas.tv berjudul Risma akan Kerja Sama dengan Lapan Lacak Penerima Bansos: Ngomong Miskin, Ternyata Rumahnya Besar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bantuan-sosial-bansos-sembako-untuk-warga-terdampak-covid-19-dari-kementerian-sosial.jpg)