Kisah Seorang Ayah di Lebak Minta Seragam Bekas ke Tetangga Untuk Anak Sekolah, Karena Tak Ada Uang
Seragam itu untuk anak Tanto, Bagas Panca Wijaya, yang akan masuk sekolah secara tatap muka di SMKN 1 Bayah.
Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - "Bu, apakah seragam bekas anak ibu bisa dipakai untuk anak saya sekolah?"
Itulah sebuah ungkapan yang disampaikan Tanto Gunawan ketika mengetuk pintu satu rumah di Kampung Jogjogan, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Pria berusia 47 tahun ini menanyakan seragam bekas pakai anak pemilik rumah yang dituju.
Tanto hendak membeli seragam bekas itu, dan syukur jika diberikan secara gratis.
Seragam itu untuk anak Tanto, Bagas Panca Wijaya, yang akan masuk sekolah secara tatap muka di SMKN 1 Bayah.
Baca juga: Seorang Pria Madura Aniaya Kerabatnya di Depan Kantor Polisi, Warga Sampai Tak Berani Mendekat
Hingga H-1 masuk sekolah, pelajar berusia 16 tahun itu belum memiliki seragam.
Tanto kemudian ke rumah lain.
Setidaknya ada lima rumah yang dia datangi.
Namun, hasilnya nihil.
Tanto melakukan hal tersebut karena tidak punya cukup uang untuk membeli seragam.
Di kantongnya hanya ada uang Rp 100.000.
Tanto mengaku Rp 100.000 itu adalah uang terakhir untuk bekal makan sehari-hari dia dan empat anaknya, atau setidaknya sampai tiga hari ke depan.
Hingga hari masuk sekolah tiba, Bagas masih mengenakan seragam SMP karena tidak punya pakaian putih abu-abu.
Sebagai buruh penambal perahu, Tanto tidak bisa mendapatkaan uang setiap hari.