Breaking News:

Masih Tidur Beralas Karung, Warga Kampung Pemulung Korban Kebakaran Tagih Janji Pemkot Tangsel

Warga korban kebakaran di Kampung Pemulung, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan menunggu janji pemerintah

Editor: Yudhi Maulana A
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kebakaran hebat melanda pemukiman pemulung di kawasan Bintaro, Jalan Haji Sarmili, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (25/8/2021) subuh. 

TRIBUNBANTEN.COM - Warga korban kebakaran di Kampung Pemulung, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan menunggu janji pemerintah yang akan menyediakan kontrakan.

Sepekan setelah Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyatakan janjinya itu, rumah kontrakan nyaman pengganti rumah yang ludes dilalap sijago merah tak kunjung ada kabarnya.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta), Yulia Rahmawati, mengatakan, pihaknya sebagai pelaksana program, masih menunggu pihak Kelurahan yang sedang mencarikan rumah kontrakannya.

"Kalau dari kami di Disperkimta kami sih sudah siap untuk kontrakin. Cuma kami kan kalau untuk mencarikan kontrakan di wilayah itu kan pak RT bersama Lurah."

"Saat ini, kemarin Kasie saya sudah turun lagi ke lapangan sama Pak Lurah dan Pak RT, itu masih belum dapat kontrakan yang akan menerima si keluarga pemulung ini. Masih belum clear," papar, Yulia, Rabu (1/9/2021).

Menurut Yulia, jumlah keluarga yang harus diakomodir program penanggulangan bencana itu terlalu banyak. 

Baca juga: Korban Kebakaran Kampung Pemulung di Bintaro Jual Rongsokan yang Tersisa Demi Bertahan Hidup

"Biasanya sih seminggu dua minggu sudah dapat. Cuma karena ini kan butuhnya lumayan banyak. Yang KK tangsel saja ada 13 KK. Terus sisanya juga yang bukan warga Tangsel juga akan dibuatkan surat keterangan domisili segala macam oleh lurah," jelasnya.

Putra (14), salah satu korban kebakaran Kampung Pemulung, mengatakan, warga Kampung masih tidur di tenda dan alam terbuka hanya beralaskan karung atau kardus.

Tanpa atap, para korban itu tidur langsung di bawah langit malam.

"Masih tidur di tenda. Kalau yang enggak kebagian ya di luar pakai karung, pakai kardus," kata Putra.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved