Breaking News:

Tolak Rencana Pemberian Sanksi untuk Pengelola Tempat Wisata Anyer, PHRI: Harusnya Berterima Kasih!

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, akan memberi sanksi kepada tempat wisata di daerah yang masih mematok harga tinggi

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/KHAIRULMAARIF
Ilustrasi Kawasan Wisata Anyer saat Bulan Ramadan 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, akan memberi sanksi kepada tempat wisata di daerah yang masih mematok harga tinggi untuk wisatawan.

Salah satu di antaranya, yaitu harga parkir kendaraan bermotor di kawasan wisata Anyer-Carita, Kabupaten Serang, Banten yang mencapai Rp 100 ribu per mobil.

Menanggapi rencana pemberian sanksi itu, Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, GS Ashok Kumar, mengaku tak setuju.

"Itu dikasih sanksi itu salah. Terus bahasanya itu genjot atau melambung kalau sudah bilang genjot harga melambung berarti menekankan tidak menggunakan tiket. Inikan pakai tiket," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Perbaikan Jalan Anyer-Cilegon, Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup, Macet Sampai Pertigaan JLS

Baca juga: Akpol Angkatan 1994 Menggelar Vaksinasi Massal Covid-19 dan Bakti Sosial di Anyer Kabupaten Serang

Dia meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mengelola tempat wisata secara serius.

Dia membandingkan dengan pantai-pantai di Pulau Bali dan Pangandaran yang telah dikelola secara maksimal oleh pemerintah.

Seharusnya, kata dia, pemerintah berterima kasih kepada para pihak yang sudah berupaya mengelola kawasan wisata Anyer-Carita.

"Mestinya berterimakasih karena telah disediakan MCK (mandi cuci kakus,-red), musala, saung, dan kebersihan. Seharusnya dalam hal itu berterimakasih," ujarnya.

Jika melihat situasi kawasan wisata Anyer-Carita, kata dia, tidak semua area dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

Sehingga, jika ada tempat wisata yang dikelola oleh sekelompok orang seharusnya tidak dipermasalahkan.

Baca juga: Pohon Tumbang Sempat Tutup Jalan Raya Anyer Kabupaten Serang, Kemacetan Panjang hingga 2 Kilometer

Baca juga: Pelantikan Pengurus POSSI Kota Cilegon Digelar di Selat Sunda di Atas Kapal Angkatan Laut Anyer

"Memang pantai semua itu bisa diakses untuk umum? Kan engga bisa. Bayar pun tidak bisa masuk. Maka mau dibukan untuk umum dan tidak mematok harga bahkan gratis pun silahkan," ujarnya.

"Kalau kita mau serius dan hanya menyalahkan mereka yang terbuka untuk umum. Memang dia yang mengelola," sambungnya.

Sehingga, dia menambahkan, tidak tepat rencana pemberian sanksi tersebut.

"Jadi bukan sanksi yang dikedepankan negara. Malah hal seperti ini tak bagus. Seharusnya pemerintah menyiapkan sarana," kata dia.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved