Menengok Umah Kuno Kaujon Milik Ketua Sarekat Islam di Serang
Umah Kuno Kaujon peninggalan Hasan Jayadiningrat yang berada di daerah Kota Serang masih berdiri kokoh dan terawat.
Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati
TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Umah Kuno Kaujon peninggalan Hasan Jayadiningrat yang berada di daerah Kota Serang masih berdiri kokoh dan terawat.
Rumah tersebut berada di tepi Jalan Hasan Jayadiningrat, RT 1/1 Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Bangunan bernuansa putih dan cokelat ini memiliki berbagai peninggalan yang masih dirawat sampai saat
Berdasarkan pantauan TribunBanten.com Jumat (3/9/20/2021), rumah ini memiliki 3 kamar, kamar mandi, ruang tamu, dapur dan lainnya.
Di dalam umah terdapat foto kuno, koleksi buku, dan lainnya.
Lantainnya menggunakan ubin berwarna kuning dilengkapi berbagai motif bunga.
Rumah yang memiliki luas kurang lebih 700 m² itu dikelola oleh Syalita Fawnia.
Dalam perjalanannya, Umah Kaujon sempat menjadi restoran, disewa untuk acara pernikahan, budaya sampai function house.
Baca juga: Sejarah Perlawanan Rakyat Banten Terhadap Penjajah, Ulama dan Rakyat Bersatu Merebut Kemerdekaan
Dia mengaku, dalam waktu dekat umah Kaujon akan ditata kembali dan diisi dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan Banten, tempat diskusi dan lainnya.
"Ingin menjadikan rumah ini sebagai pusat kegiatan budaya," ujar Syalita kepada TribunBanten.com saat ditemui di Umah Kaujon.
"Bisa jadi pusat budaya dan edukasi bagi Serang dan Banten pada umumnya, agar orang sini sadar akan sejarah, budaya pendidikan, dan lainnya," harapannya.
Menurut perempuan berusia 41 tahun itu, data awal yang ia dapat dari keturunan Hasan Djajadiningrat, anak kelima dari tujuh bersaudara bernama Prof. Sindian Isa Djajadiningrat lahir di Umah Kaujon tahun 1915.
Hasan Djajaningrat adalah ketua Sarekat Islam (SI) di Serang yang menjabat sampai tahun 1920 sampai wafatnya.
Namanya pun diabadikan sebagai nama jalan yang melewati Umah Kaujon hingga pertigaan Kaloran.
Pada masa kolonial Belanda, keluarga Djajadiningrat memegang peranan penting dalam sejarah Banten.
Dari mulai Bupati Serang bernama Raden Bagus Djajawinata dilanjutkan oleh puteranya bernama Aria Achmad Djajadiningrat yang kemudian menjadi Bupati Batavia dan anggota Volksraad serta bergabung dengan Sarekat Islam.
Kemudian adik Achmad bernama Hussein Djajadiningrat merupakan orang pertama yang meraih gelar doktor dari Belanda dan menjadi guru besar pribumi pertama di Indonesia.
Hasan Djajadiningrat sendiri adalah anak ketiga dari delapan bersaudara.
Menurut Syalita, tidak diketahui lebih jelas sampai kapan Hasan Djajadiningrat menempati rumah ini.
Namun pada tahun 1952 rumah ini dijual dan dibeli oleh M. Rachman, seorang Kepala Sekolah Guru di Serang.
M Rachman kemudian menikah dengan Raden Soleha, kakak dari Raden Eti Sukanti Nataprawira istri dari Prof. Sindian.
Baca juga: Pakaian Adat Urang Kanekes Dipakai RI 1 di Sidang Tahunan MPR, Berikut Sejarah Singkat Suku Baduy
Setelah M Rachman dan istrinya wafat, rumah ini kemudian ditempati oleh anak mereka, Apriliani dan suaminya Andi Hikmat.
Setelah Andi Hikmat meninggal, istrinya yang menderita stroke pindah ke Jakarta sehingga rumah ini kosong.
Rumah ini sempat tidak ditempati selama beberapa tahun.
Kemudian pada 2015, keluarga besar M Rachman memutuskan untuk merestorasi rumah dan selesai pada 2016.
Menurut Syalita, kakeknya bernama M rachman memiliki 5 orang anak, anak pertama bernama Otte Juniarto Rachman.
Otte memiliki anak perempuan semata wayang bernama Syalita Fawnia.
Syalita diberi kepercayaan oleh keluarga besa r untuk mengelola Umah Kaujon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/umah-kaujon-serang.jpg)