Breaking News:

Curat Jadi Kejahatan Tertinggi di Banten pada Minggu I September 2021, Kabid Humas Polda: Waspada

Namun, pada minggu pertama September 2021 menjadi 50 kasus atau meningkat 22 persen.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Agung Yulianto Wibowo
Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga di ruang kerjanya di Mapolda Banten, Minggu (22/8/2021) 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Banten pada minggu pertama September 2021, meningkat.

Pada minggu keempat Agustus 2021, gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 41 kasus.

Namun, pada minggu pertama September 2021 menjadi 50 kasus atau meningkat 22 persen.

Menurut Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga, tindak kejahatan tertinggi terjadi di wilayah hukum Polresta Tangerang dengan 20 kasus atau meningkat empat kasus.

"Kemudian diikuti Polres Serang yang mencatat kenaikan empat kasus. Dari tiga menjadi tujuh kasus," katanya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Sabtu (4/9/2021).

Baca juga: Deretan Polwan Berprestasi di Polda Banten, Ahli Debus Hingga Jadi Anggota Densus 88 Anti Teror

Adapun setelah itu diikuti Polres Lebak dengan kenaikan tiga kasus dan Polres Pandeglang dari lima menjadi sembilan kasus.

Di Polres Serang Kota mencatat penurunan kasus, yaitu dari tujuh menjadi dua kasus.

"Polres Cilegon turun tiga kasus, dari sembilan menjadi enam kasus," ucap Shinto Silitonga.

Baca juga: Profil Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, Membongkar Eksploitasi Manusia di Tangerang

Tren kejahatan pencurian dengan pemberatan masih mendominasi, diikuti narkotika dan penganiayaan.

Shinto Silitonga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

Baca juga: Titik-titik Vaksinasi yang Digelar Polda Banten, Targetkan 19.500 Orang Suntik Vaksin Covid-19/Hari

Dia juga meminta masyarakat menggelar pengamanan mandiri dengan mengaktifkan pos siskamling di lingkungan masing-masing.

"Kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan. Poskamling menjadi satu di antara upaya menghilangkan kesempatan bagi pelaku kejahatan," katanya.

Dia juga mengajak kepada jajaran polres untuk meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

"Sesuai arahan Bapak Kapolda melalui kegiatan preemtif, preventif, dan law enforcement atau represif. Sebagai upaya Polri untuk menekan terjadinya tidak kejahatan," ucap Shinto Silitonga. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved