Breaking News:

Lapas Kelas 1 Tangerang Terbakar

Harusnya Dipisahkan, Mengapa Napi Teroris Disatukan dengan Napi Kasus Lain di Lapas Tangerang?

Ada kondisi tertentu membuat Ditjen PAS menempatkan Diyan yang terlibat aksi teror di Cimanggis, Depok pada 2005 satu blok bersama narapidana lain

Editor: Yudhi Maulana A
ilham rian pratama/tribunnews
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar pada Rabu (8/9/2021) dini hari. Begini kondisi lapas setelah alami kebakaran hebat selama 2 jam lebih. 

TRIBUNBANTEN.COM -Kementerian Hukum dan HAM angkat bicara atas tewasnya narapidana teroris, Diyan Adi Priyana dalam kebakaran Blok C2, Lapas Kelas 1 Tangerang, Provinsi Banten.

Diyan yang merupakan anggota teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jadi satu dari 44 narapidana korban tewas di Blok C2, bersama narapidana perkara penyalahguna narkoba dan pembunuhan.

Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Abdul Aris mengakui bila narapidana perkara teroris harusnya dipisahkan dari narapidana umum.

Tidak hanya perkara teroris merupakan kejahatan luar biasa, mereka umumnya ditempatkan di blok terpisah karena dikhawatirkan memengaruhi narapidana kasus pidana umum lain.

Tapi, menurutnya ada kondisi tertentu membuat Ditjen PAS menempatkan Diyan yang terlibat aksi teror di Cimanggis, Depok pada 2005 satu blok bersama narapidana perkara lainnya.

"Sepanjang memungkinkan bisa, tapi kalau dia sudah 'hijau'. Tapi dia tetap kamar sendiri, one man, one cell," kata Abdul di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Video Call Terakhir Napi Lapas Tangerang dengan Keluarga Sebelum Tewas, Mimpi Ayahnya Jadi Pertanda

Hijau dimaksud artinya sebagai narapidana teroris Diyan dipandang sudah tidak memiliki ideologi radikal yang dapat memengaruhi narapidana lain di Blok sama dengannya.

Menurutnya, Diyan yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Cisauk Tangerang pada 21 Februari 2016 juga sudah mau mengucap ikrar setia kepada Pancasila setelah mendapat pembinaan.

Pun di satu sisi Ditjen PAS tetap melakukan antisipasi dengan cara menempatkan Diyan di satu sel khusus yang dihuni sendiri, bukan bersama narapidana lainnya.

"Dia di kamar sendiri, Bloknya sama, Blok C2, tapi kamarnya kamar sendiri," ujar Abdul.

Abdul menuturkan jenazah Diyan yang teridentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) berdasar pencocokan data antemortem dengan postmortem sidik jari sudah diambil pihak keluarga.

Jenazah Diyan yang teridentifikasi pada Jumat (10/9/2021) sekira pukul 13.00 WIB diambil pihak keluarga untuk dimakamkan pada hari sama sekira pukul 17.00 WIB dari RS Polri Kramat Jati.

"Untuk narapidana di Blok C2 lain yang sehat (selamat dari kebakaran) dipindah ke Blok D yang masih kosong. Jadi tidak ada yang dievakuasi ke Lapas lain, semua masih di Lapas Kelas I Tangerang," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Alasan Ditjen PAS Tempatkan Narapidana Teroris Satu Blok dengan Napi Umum di Lapas Tangerang 

Penulis: Bima Putra

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved