Breaking News:

Lapas Cilegon Kurang APAR, Damkar: Idealnya 1 Unit Setiap 20 Meter

Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon melakukan inspeksi sarana dan prasarana proteksi kebakaran di Lapas Kelas IIA Cilegon

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon melakukan inspeksi sarana dan prasarana proteksi kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon. 

TRIBUNBANTEN.COM - Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cilegon melakukan inspeksi sarana dan prasarana proteksi kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon.

Pada Rabu, (15/9/2021), 3 personil Damkar Cilegon memeriksa beberapa objek di antaranya Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Sensor Detector (Sensor Deteksi), dan Commissioning Test Fire Hydrant.

Adapun hasil dari pemeriksaan antara lain minimnya jumlah APAR yang tersedia di Lapas Cilegon.

Saat ini yang tersedia hanya 8 APAR, seharusnya terpasang 1 unit setiap 20 meter.

Baca juga: Daftar 14 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang yang Sudah Diidentifikasi Tim DVI Polri

Baca juga: UPDATE Kebakaran Lapas Tangerang: 3 Korban Masih Dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, Alami Trauma

Saepulloh, personil dari Damkar Cilegon, mengatakan pihaknya mengecek satu per satu dan menguji kelayakan sarana prasarana proteksi kebakaran yang ada di Lapas.

"Untuk kondisi hydrant, kekuatan tekanan normal tetapi selang hydrant sudah tak layak pakai dan harus segera diganti," ujarnya, dalam keterangan yang diterima wartawan, pada Rabu (15/9/2021).

Upaya penggantian sarana dan prasarana itu dilakukan, kata dia, agar jika terjadi insiden bisa dapat digunakan.

"Jika terjadi hal tidak terduga yang menyebabkan kebakaran, bisa sigap digunakan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Cilegon, Erry Taruna menerima masukkan Tim Damkar Cilegon.

Pihaknya akan segera memenuhi ketersediaan sapras proteksi kebakaran yang kurang dan segera mengganti sapras yang rusak.

Menurut dia, upaya pencegahan dan penanggulangan bencana baik bencana alam maupun kebakaran menjadi atensi khusus pimpinan.

Baca juga: Update Kebakaran Lapas Tangerang: Kondisi 3 Korban Membaik, 1 Pasien akan Jalani Operasi Patah Kaki

Baca juga: Kalapas 1 Tangerang Tiba di Polda Metro Jaya, Bakal Diperiksa sebagai Saksi Kasus Kebakaran

"Jangan menunda-nunda untuk melakukan pencegahan dan mitigasi resiko," ujarnya.

Dia mengaskan, lebih baik mencegah daripada terjadi hal yang buruk.

"Tugas kita sebagai petugas pemasyarakatan itu berat, karena yang kita jaga itu memiliki nyawa. Untuk itu, jangan bermain-main, tingkatan kewaspadaan dan kejelian kita dalam menjalankan tugas”, tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved