Prakiraan Cuaca

Prakiraan Hujan Lebat BMKG pada 13-20 September 2021, dari Banten hingga Papua

Pada prakiraan bulan Agustus lalu, ada 14,6 persen wilayah yang pada bulan September 2021 ini sudah memasuki musim hujan.

Editor: Renald
Tribunnews.com
Ilustrasi prakiraan cuaca 

TRIBUNBANTEN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk sepekan kedepan, 13-20 September 2021.

Pada prakiraan bulan Agustus lalu, ada 14,6 persen wilayah yang pada bulan September 2021 ini sudah memasuki musim hujan.

Wilayah-wilayah yang diprediksi sudah memasuki musim hujan yakni Sumatera bagian tengah dan sebagian Kalimantan.

Selanjutnya wilayah Sumatera bagian selatan, Sulawesi, Jawa, dan Bali atau 39,1 persen wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada Oktober 2021.

Baca juga: Telah Sepakat untuk Bercerai, Raiden Soedjono Serahkan Semua Harta Gana-gini ke Tyas Mirasih

Baca juga: Raiden Soedjono Serahkan Semua Harta Gana-gini pada Tyas Mirasih Usai Keduanya Sepakat Bercerai

Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya pada November 2021, meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali - Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis Awal Musim Hujan pada periode 1981-2010, maka Awal Musim Hujan 2021/2022 di Indonesia diprakirakan maju untuk 157 ZOM (45,9 persen), dalam waktu yang sama pada 132 ZOM (38,6 persen), dan mundur pada 53 ZOM (15,5 persen).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan (hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Dikutip dari siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Selasa (14/9/2021), berikut potensi hujan lebat, gelombang tinggi, dan dampak bencana hidrometeorologi dalam sepekan kedepan:

Potensi Cuaca

Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan.

MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada Kelvin skala harian.

Sebaliknya, Fenomena Gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia.

Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah indonesia.

Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved