Breaking News:

Dijanjikan Bisa Jadi PNS di UPTD Samsat dan RSUD Malingping, 10 Warga Lebak Ditipu Oknum Calo

korban ditipu hingga puluhan juta rupiah agar anak dan keluarganya bisa menjadi PNS yang bertugas di UPTD Samsat Malimping dan RSUD Malingping

TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Warga Malingping, Lebak menunjukkan bukti pembayaran kepada terduga pelaku penipuan yang mengaku bisa membantu warga untuk bisa jadi CPNS 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sebanyak sepuluh warga Kabupaten Lebak mengaku menjadi korban penipuan dan pemerasan oleh oknum calo yang menawarkan pekerjaan menjadi PNS di lingkungan Pemkab Lebak.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban ditipu hingga puluhan juta rupiah agar anak dan keluarganya bisa menjadi PNS yang bertugas di UPTD Samsat Malimping dan RSUD Malingping.

Pelaku diduga berinisial H (51) warga Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.

Kepada para korbannya, H mengaku mempunyai orang dalam yang berada di Pemprov Banten.

Hal tersebut kemudian, menjadi daya tarik dari masyarakat untuk meminta tolong kepada dirinya, untuk bisa menjadikan anaknya ataupun kerabatnya menjadi seorang PNS.

Kepala Desa Rahong, Ubed Jubaedi mengatakan bahwa para korban yang telah menyetorkan sejumlah uang kepada pelaku senilai Rp 5-17 juta, mengadu kepada dirinya untuk bisa dikawal.

Baca juga: Polisi Ungkap Kemungkinan Adanya Pengembangan Kasus Dugaan Penipuan Olivia Nathania Soal Unsur Suap

"Korban ini ditawari oleh pelaku sebuah pekerjaan sebagai PNS yang bertugas di kantor Samsat dan RSUD Malingping. Mereka diminta uang muka dengan nilai yang bervariatif oleh pelaku," ujarnya saat ditemui di Mapolres Lebak, Jumat (8/10/2021).

Ubed pun menjelaskan modus yang digunakan oleh pelaku sendiri, dengan cara meyakinkan para korban untuk segera bekerja sebagai PNS dalam waktu dekat.

Sontak hal tersebut, membuat banyak korbannya percaya dan menyerahkan uang kepada yang bersangkutan agar dapat masuk.

Namun, hingga kini janji nya itu tinggal janji saja, penempatan posisi yang didamba-dambakan oleh para korban hingga kini belum didapatkan.

"Jadi H ini tidak kerja apa apa, cuma dia ngaku punya kedekatan khusus dengan pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten salah satunya Kepala Samsat Malimping dulu yakni Samad yang kini telah dipenjara," jelasnya.

Baca juga: Anak Nia Daniaty dan Suami Batal Diperiksa Polda Metro Jaya Hari Ini atas Dugaan Penipuan CPNS

Ubed pun berharap agar pelaku dapat segera diamankan oleh pihak Polres Lebak agar tidak meresahkan warga diluar sana.

Dirinya pun siap untuk dimintai keterangan menjadi saksi, dengan barang bukti berupa nota pembayaran dan yang lainnya.

"Kami berharap agar uang para korban ini dikembalikan secara full, dan H di tindak tegas," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved