Breaking News:

Ini Hasil Investigasi Untirta Soal Dugaan Pelecehan Mahasiswi Oleh Presma, Pelaku Terancam Dipecat

Beredar informasi seorang mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh Presiden Mahasiswa

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildanaiti

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Beredar informasi seorang mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh Presiden Mahasiswa (Presma).

Berdasarkan siaran pers yang diterima TribunBanten Jumat (8/10/2021) yang dikeluarkan oleh Koordinator Humas, Kerjasama, dan Protokol Untirta, Veronika Dian Faradisa menuturkan pihaknya telah melakukan investigasi terkait kabar tersebut.

Dalam surat Untirta No B/163/UN43.8/HM.01.03/X/2021, berdasarkan hasil penelusuran pihak Rektorat, yang
bersumber dari keterangan para saksi, korban dan saksi terduga pelaku, maka pihaknya menyampaikan jika peristiwa pelecehan terjadi di luar jam kegiatan belajar mengajar dan diluar lokasi kampus.

Peristiwa tersebut terjadi di kos-kosan dimana hal tersebut diluar pantauan dan tanggungjawab Untirta.

"Kegiatan yang dilakukan di luar kampus dan tidak mendapatkan izin dari pihak rektorat, bukan merupakan kegiatan resmi Untirta dan diluar tanggung jawab kampus," katanya dalam siaran pers tersebut.

Baca juga: Geger Mahasiswi Untirta Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Presma, Ini Penjelasan BEM

Pihak Rektorat pun akan mengambil tindakan tegas berupa cuti kepada terduga pelaku hingga proses inkrah dimata hukum.

Pihaknya tak segan untuk melakukan tindakan tegas lainnya berupa dikeluarkannya terduga pelaku dari kampus.

Terduga pelaku akan dicopot secara tidak hormat dari jabatannya sebagai Presiden Mahasiswa
Untirta.

"Pihak Rektorat akan melakukan pendampingan terhadap korban dalam bidang hukum dan psikolog agar korban bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala. Kami pun akan melakukan evaluasi terhadap aktivitas program kerja organisasi intra kampus," terangnya.

Baca juga: Kronologi Korban Pelecehan di KPI Diajak Berdamai & Diminta Cabut Laporan oleh Terduga Pelaku

Sebagai tanggungjawab Rektorat dalam meningkatkan sinergitas agar program kerja organisasi intra kampus bisa lebih bermanfaat dan terpantau.

Rektorat mengimbau kepada organisasi intra kampus untuk dapat lebih berkoordinasi dengan pihak kemahasiswaan dan menekankan program kerja yang bermanfaat. 

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved