Breaking News:

Wakil Ketua DPRD Kota Serang Bantah Tudingan Pemotongan Honor Pamdal dan OB

Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) melaporkan Wakil Ketua DPRD Kota Serang ke Polda Banten pada Rabu (6/10/2021) atas tuduhan pemotongan honor

Penulis: mildaniati | Editor: Yudhi Maulana A
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Wali Kota Serang Syafrudin saat menandatangani KUA PPAS usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Serang, Kamis (7/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Roni Alfanto membantah adanya tudingan terkait pemotongan honor pegawai pengamanan dalam (Pamdal) dan office boy (OB) di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Serang.

Sebelumnya Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) melaporkan Wakil Ketua DPRD Kota Serang ke Polda Banten pada Rabu (6/10/2021) atas tuduhan pemotongan honor Pamdal dan honor OB sehingga mereka hanya menerima honor di bawah UMK Kota Serang.

Menurut ALIPP, terhitung sejak Januari sampai September 2021, Roni Alfanto diduga telah memotong hasil keringat para Pamdal dan OB di lingkungan Setwan Kota Serang sebesar Rp 417 juta.

Dalam Dokumen APBD Kota Serang tahun 2021, mata anggaran Belanja Jasa Tenaga Keamanan dengan pagu anggaran Rp 1,2 miliar.

Baca juga: Serunya Wali Kota Serang Petik Sayur dan Buah Langsung Ala Pedesaan di Prapatan Curug

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi honor para pegawai.

Dalam hal ini, Roni Alfanto buka suara.

Dia mengaku tidak ada pemotongan itu seperti yang dilaporkan oleh ALIPP.

"Sudah dijelaskan sekretariat dan Pamdal OB koordinator menyampaikan tidak ada pemotongan itu," ujarnya saat ditemui di ruangannya usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kota Serang, Kamis (7/10/2021).

"Ya inilah kebenarannya, pemotongan itu tidak ada. Kalau ada pak Unang sendiri yang berbicara karena pak Unang yang membagikan," terangnya.

Baca juga: Kasus Ibu Hamil Tak Dilayani Puskesmas, Ketua DPRD Kota Serang: Mohon Maaf, Akan Kami Evaluasi

"Kalau pimpinan DPRD untuk sampai itu, jauh sekali, karena yang bekerjasama dengan sekretariat DPRD dan PT. MKM dan bekerja sama dengan Pamdal OB. Jadi tuduhan itu tidak benar. Jauh sekali tuduhan itu," katanya.

Dia juga tidak merasa meminjam bendera.

"Kalau minjam bendera nggak benar, yang jelas pimpinan DPRD tidak terlibat," tegasnya.

Unang selaku koordinator Pamdal dan OB yang bertugas membagikan honor mengaku tidak ada keluhan dan pemotongan dari para anggota.

"sesuai gaji dibayarkan sesuai jadwalnya tanggal 10, tidak ada pemotongan," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved