Profil Ketua KPU Banten Wahyul Furqon, Tak Pernah Menghindar saat Didemo, Anggap Kritik Sosial
Kalau didemo, kita jadi lebih enak menjelaskannya, tidak ada misinformasi. Itu bagian dari kritik sosial
Penulis: Agung Yulianto Wibowo | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Agung Yulianto Wibowo
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten, Wahyul Furqon, pernah didemo beberapa kali.
Pendemo berasal dari kalangan yang tidak puas dengan proses pelaksanaan dan hasil.
Namun, dia mengaku tidak pernah menghindar jika ada pendemo dan bahkan senang serta berterima kasih.
Apalagi, sudah ada beberapa kali pada masa jabatan Wahyul, KPU Banten didemo.
"Kalau didemo, kita jadi lebih enak menjelaskannya, tidak ada misinformasi. Itu bagian dari kritik sosial," katanya kepada TribunBanten.com di kantor KPU Banten, Jumat (8/10/2021).
Baca juga: Keppres Sudah Diteken, Berikut Daftar Nama 11 Anggota Timsel Calon Anggota KPU-Bawaslu 2022-2027
Wahyul menjabat sebagai ketua KPU Banten pada 2018.
Dia menjadi pengganti antarwaktu (PAW) setelah anggota KPU Banten sebelumnya, Didih M Sudi, menjadi ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten.
"Sebelumnya, saya anggota KPU Kota Tangerang periode 2013-2018," kata pria kelahiran Kota Tangerang pada 11 Juli 1968 ini.
Wahyul memulai karier sebagai penyelenggara pemilu pada 2008.
Dia memulainya sebagai Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) pada 2008, 2009, dan 2011 di Kota Tangerang.
"Saya dari kalangan akademisi, dosen di kampus swasta di Tangerang," kata ayah dua anak ini.
Wahyul mengaku ingin berkecimpung langsung di dunia nyata setelah banyak berbicara di tataran teori.
"Pada satu sisi kita sudah punya bekal, walaupun kadang-kadang teori dan praktiknya berbeda. Ada panggilan jiwa di situ," ujarnya.
Menurut dia, tidak selamanya teori dan praktik itu sejalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ketua-kpu-banten-wahyul-furqon.jpg)