PLN Salurkan Beasiswa Rp 30,4 Miliar bagi 760 Mahasiswa dan Santunan Rp 4,8 Miliar bagi 15.000 Yatim

Adapun 760 mahasiswa dari 14 kampus penerima manfaat Beasiswa Cahaya Pintar PLN, total bantuan mencapai Rp 30,4 miliar.

dokumentasi PLN
PLN menyalurkan santunan beasiswa-duafa senilai Rp 4,8 miliar untuk 15.000 yatim dan duafa yang tersebar di 76 titik di Indonesia. 

TRIBUNBANTEN.COM - PLN menyalurkan santunan beasiswa-duafa senilai Rp 4,8 miliar untuk 15.000 yatim dan duafa yang tersebar di 76 titik di Indonesia.

Santunan beasiswa itu melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.

Hal itu untuk memperingati ke-76 tahun Hari Listrik Nasional (HLN), yang merupakan momen penting dalam sejarah pengabdian PLN.

Sudah lebih dari tujuh dekade, PLN menerangi negeri, turut membangun solidaritas sosial dan spiritual bersama kaum duafa.

Pembagian beasiswa dan santunan duafa serta doa bersama ini digelar pada 21-25 Oktober 2021 bertema “Menebar Terang, Memupuk Generasi Tangguh Masa Depan”. 

Baca juga: Mau Mengadu Gangguan Listrik atau Pemadaman? Sekarang Mudah, Cukup Lewat Aplikasi PLN Mobile

Sumber dana berasal dari PLN Peduli sebesar Rp 2,5 miliar dan dana zakat YBM PLN sebesar Rp 2,3 miliar.

Adapun 760 mahasiswa dari 14 kampus penerima manfaat Beasiswa Cahaya Pintar PLN, total bantuan mencapai Rp 30,4 miliar.

Komisaris Utama PT PLN (Persero) Amien Sunaryadi dan Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali Haryanto WS dalam puncak rangkaian acara, mewakili Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyapa Ponpes Muchlisin Telaga Mas Karangasem Bali dan Ponpes Nurul Barqi Jawa Tengah.

Dalam momen ini, Amien Sunaryadi menyebut sebagai badan usaha milik negara, insan PLN termasuk Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN mesti memperhatikan kepentingan negara.

Termasuk memperhatikan kelompok duafa sebagaimana amanat UUD 1945. 

Amien pun berharap agar para penerima santunan dan beasiswa, khususnya mahasiswa, dapat memanfaatkan beasiswa ini untuk berkontribusi bagi negeri.

PLN menyalurkan santunan beasiswa-duafa senilai Rp 4,8 miliar untuk 15.000 yatim dan duafa yang tersebar di 76 titik di Indonesia.
PLN menyalurkan santunan beasiswa-duafa senilai Rp 4,8 miliar untuk 15.000 yatim dan duafa yang tersebar di 76 titik di Indonesia. (dokumentasi PLN)

“Saya ucapkan selamat. Saya berharap adik-adik mahasiswa ini mampu menjadi manusia-manusia tangguh Indonesia di masa depan, yang akan turut berkontribusi  memberi cahaya terang kepada masyarakat luas lewat berbagai pengabdian,” ujarnya. 

Amien pun mendorong para penerima santunan dan beasiswa untuk bersemangat dalam belajar dan menempa diri menjadi saudagar.

Di masa depan, penting menjadi pedagang, pebisnis dan pengusaha yang pada akhirnya dapat membantu lebih banyak anak panti asuhan serta santri. 

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyampaikan harapan agar para penerima manfaat tidak mudah putus asa dan berjuang meraih cita-cita.

Pantang menyerah pada keadaan serta tidak mudah patah semangat.

Baca juga: 7 Hari PLN Mobile VCRR 2021 Kumpulkan Rp 4,9 M, Untuk Biaya Sambungan Listrik Keluarga Pra-Sejahtera

Zulkifli pun meminta para yatim penerima bantuan untuk memanfaatkan sarana yang ada untuk mencapai kemajuan sehingga kelak dapat berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. 

“Melalui kegiatan ini, PLN bisa mendekatkan dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat, sesuai dengan dengan visi PLN. Menggerakkan dan mendorong perubahan di tengah masyarakat Indonesia,” katanya.

Sebelumnya dalam pembukaan rangkaian kegiatan ini, Wakil Direktur Utama Darmawan Prasodjo turut hadir menyapa penerima santunan di Pondok Yatim Thursina di Desa Cibeureum, Bogor Jawa Barat. 

Darmawan juga menyapa penerima santunan Umar Syahab dan penerima beasiswa pendidikan Dewa Dwiatman.

PLN menyalurkan santunan beasiswa-duafa senilai Rp 4,8 miliar untuk 15.000 yatim dan duafa yang tersebar di 76 titik di Indonesia.
PLN menyalurkan santunan beasiswa-duafa senilai Rp 4,8 miliar untuk 15.000 yatim dan duafa yang tersebar di 76 titik di Indonesia. (dokumentasi PLN)

Umar Syahab saat ini pelajar sekolah dasar dan bercita-cita menjadi seorang hafiz Quran, sementara Dewa ingin menjadi dai dan guru bahasa Arab.

“Orang yang sukses itu bukan berarti tercerdas dan tersukses. Orang sukses itu adalah orang yang mampu menghadapi tantangan tiap sumbatan, agar mampu menyelesaikannya dan tidak patah semangat,” ujar Darmawan. 

Darmawan pun mendukung cita-cita mulia keduanya serta mengingatkan bahwa harta tidak menentukan kesuksesan seseorang.

Dia bercermin dari kisah sukses para rekannya yang disebut tidak bergelimang harta pada masa kecilnya.

Umar yang diajak berbincang oleh Darmawan mengaku dirinya bercita-cita menjadi seorang Hafiz Quran.

Menjawab tantangan Darmawan, Umar yang sudah dapat menghapal 3 juz hapalan Al-Qur'an pun mengaku siap dengan tambahan hapalan hingga akhir tahun.

“Sekarang sudah hafal 3 juz, nanti tambah 2 juz akhir Desember,” kata Umay, sapaan akrab Umar.

Pada hari yang sama di tempat berbeda, rangkaian kegiatan berlanjut ke Yayasan Al Ikhlas Amal Nurani Jakarta.

Baca juga: Promo Super Dahsyat Tambah Daya Hanya Rp 202.100, Sudah Dinikmati Hampir 112.000 Pelanggan PLN

Direktur Sumber Daya Manusia PLN, Syofvi F Roekman mengungkapkan hampir 95 persen pekerja di PLN penganut agama Islam. 

Mayoritas insan PLN ini turut bersolidaritas lewat YBM yang turut menyalurkan beragam program bantuan termasuk santunan dan beasiswa duafa ini.

“Secara otomatis langsung dipotong zakatnya dan secara rutin disalurkan seperti sekarang,” ucapnya.

Ia juga meminta doa agar PLN tetap bisa berkontribusi dalam berbagi untuk bersama-sama memulihkan perekonomian negara.

Pada kesempatan yang sama, Syofvi menyapa penerima santunan, Rezian Kasyafani, dan penerima beasiswa pendidikan Nurdin Alamsyah.

Rezian, siswa kelas V SD yang gemar bermain sepakbola mengungkapkan keinginannya menjadi pemain sepak bola. 

Adapun Nurdin, mahasiswa semester 7 Universitas Indonesia (UI) ini ingin melanjutkan studi ke Colombia University dan bekerja di Kementerian Keuangan. 

Baca juga: Srikandi PLN Salurkan Bantuan Alat Kesehatan, Bentuk Kepedulian kepada Tenaga Kesehatan Perempuan

Syofvi pun memberi dukungan moril dan motivasi bagi keduanya untuk dapat belajar dengan baik.

Bekerja di kementerian menurutnya juga bisa membuka peluang untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Rangkaian kegiatan PLN dalam menyambut HLN ke-76 memang menjadi ajang berbagi peduli serta doa bersama.

Ini kesempatan para direksi PLN menyapa serta memotivasi generasi muda Indonesia dari kalangan duafa

Pada hari pertama kegiatan ini, turut serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Sinthya Roesly memotivasi komunitas Pondok Pesantren Radlotul Hasanah di Subang, Jawa Barat.

Selain itu, juga seorang penerima beasiswa dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. 

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara Syamsul Huda hadir di Pondok Pesantren Zaid Bin Tsabit.

Begitu pun Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril turut memberikan bantuan dan dukungan pada lembaga pendidikan SMP dan SMKI Utama yang berada di Depok, Jawa Barat.  

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan M Ikbal Nur pun tak ketinggalan, berbagi kepedulian bersama di Yayasan Roudhatul Jannah.

Melalui momen HLN ke-76, PLN pun berkesempatan menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap karya persero dalam menerangi negeri.

Penyaluran santunan dan beasiswa duafa yang dikerjakan bersama YBM PLN ini diharapkan membawa berkah bagi perjalanan PLN untuk menerangi serta membangkitkan ekonomi negeri melalui listrik untuk semua.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved