Breaking News:

Tangerang Raya Waspada Penyakit DBD, Mulai Ada Peningkatan Kasus

Bagi warga Tangerang Raya, Provinsi Banten, waspada terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Editor: Glery Lazuardi
Mikadago/ Pixabay.com/ tribunnews
Ilustrasi digigit nyamuk penyebab DBD 

Puskesmas Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mulai menyisir perkampungan padat di wilayahnya untuk pemeriksaan jentik nyamuk.

Sebab, pada musim hujan saat ini, dikhawatirkan akan adanya lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Puskesmas Kunciran, Darsono menjelaskan sikap tanggap petugasnya sesuai prosedur yang harus dilakukan yaitu penyelidikan epidemiologi.

Tujuannya, jangan sampai kasus DBD yang ditemukan menjalar ke wilayah lainnya karena sudah ada beberapa di Kunciran.

Sehingga, pengecekan, sosialisasi PHBS dan pencegakan dilakukan sedini mungkin.

"Hasil kegiatan pemeriksaan jentik nyamuk demam berdarah dan malaria, karena banyak didapatkan ban bekas mobil yang dijadikan pot tanaman," jelas Darsono, Rabu (27/10/2021).

"Dan ban bekas tersebut dikelilingi air yang tidak mengalir. Disini lah petugas puskemas dan para kader untuk sosialisasi 3M ke masyarakat sekitar," sambungnya.

Kendati demikian, pihaknya belum mencatat secara pasti ada berapa warga Kunciran yang terjangkit DBD.

Lanjutnya, mencegah DBD dapat dilakukan dengan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur.

"Genangan air di dalam ban bekas yang sekilas mungkin tampak kecil memang bisa jadi tempat ideal untuk nyamuk. Itulah kenapa kebersihan lingkungan jadi faktor penting mencegah penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk," papar dia lagi.

Baca juga: Sempat Terkena Covid-19 hingga Kritis karena DBD, Paula Verhoeven Sebut Kehamilan Keduanya Menantang

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved