Breaking News:

Hari Sumpah Pemuda, Elemen Buruh Gelar Demo di Depan Pendopo Bupati Serang, Ini Tuntutannya

Sejumlah buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Nasional (SPN) melakukan aksi penyampaian pendapat di depan Pendopo Bupati Serang

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Sejumlah buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Nasional (SPN) melakukan aksi penyampaian pendapat di depan Pendopo Bupati Serang, pada Kamis (28/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sejumlah buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Nasional (SPN) melakukan aksi penyampaian pendapat di depan Pendopo Bupati Serang, pada Kamis (28/10/2021).

Aliansi Serikat Pekerja Nasional itu merupakan gabungan serikat buruh
yang terdiri dari Federasi SPKEP, Federasi SPMI, SPN, KSPSI1973, Garteks KSBSI, FK3 Indah Kiat,FSBB, dan Forum Solideritas Buruh Cikoja.

Aksi unjuk rasa bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda itu dilakukan untuk meminta pemerintah Kabupaten Serang menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 naik sebesar 10 persen.

Kini, UMK Kabupaten Serang sebeasr Rp 4.215.180,86. UMK itu ditetapakan pada tahun lalu.

Baca juga: Sejarah Singkat Hari Sumpah Pemuda, Lengkap dengan Link Twibbon Sumpah Pemuda ke-93 Tahun 2021

Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com di lokasi, massa buruh tiba di Pendopo Bupati Serang sekitar pukul 13.00 WIB.

Mereka berpakaian warna hitam dan biru sambil membawa sejumlah atribut demonstrasi mulai dari bendera hingga spanduk.

Tepat di depan mobil komando, sebuah banner panjang dibentangkan. Banner tersebut bertuliskan tuntutan dari SPN, yaitu menaikkan UMP/UMSP 2022 sebesar 10 persen.

Tuntutan lainnya yaitu berlakukan UMSK 2021, mencabut UU Ombibus law dan PKB tanpa omnibus law.

"Kawan-kawan hari ini kita berada di depan kantor Bupati Serang yang mana hari ini juga ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda,"ujar Rizal sekalu kordinator lapangan Demonstrasi, Kamis (28/10/2021).

"Maka dari kami bersama-sama menyuarakan dan perjuangkan kehidupan dan masa depan buruh selanjutnya,".

"Ini harus ditindak, banyak banget perusahaan yang masih memberlakukan UMP ke semua pekerjaannya bahkan cenderung tak ada kenaikan," sambungnya.

Aksi demonstrasi hari ini dijaga ketat oleh puluhan personel kepolisian. Bahkan ada pula polisi berbaris sambil memakai APD lengkap.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved