Belasan Mahasiswa BEM Untirta Aksi Solidaritas, Dorong Polisi Tuntaskan Kasus Pelecehan Seksual
Aksi simbolis solidaritas terhadap korban pelecehan seksual itu long march dari persimpangan Ciceri sampai Jalan Ahmad Yani.
Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Belasan orang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, menggelar aksi simbolis solidaritas di Jalan Ahmad Yani, Kota Serang, Jumat (29/10/2021).
Aksi simbolis solidaritas terhadap korban pelecehan seksual itu long march dari persimpangan Ciceri sampai Jalan Ahmad Yani.
Presma Untirta Attabieq Fahmi mengatakan aksi ini mewakili keluarga besar mahasiswa Untirta.
Baca juga: Babak Baru Dugaan Pelecehan Mahasiswi Untirta, Kuasa Hukum Presma Minta Kampus Cabut Surat Keputusan
"Kami membuat sumpah solidaritas dan pembacaan rilis demi mendorong Polres Serang Kota, segera tuntaskan persolan pelecehan seksual yang dilakukan KZ," ujarnya kepada TribunBanten.com di Jalan Ahmad Yani, Jumat.
Aksi itu juga sebagai bentuk solidaritas untuk mewujudkan visi kampus ramah perempuan.
Segala bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan akan dikawal.
Adapun KZ sudah dilaporkan kepada pihak yang berwenang.
Baca juga: Lapor Polisi, Mahasiswi Untirta yang Diduga Korban Pelecehan Presma Jalani Pemeriksaan sejak Pagi
"Kami terus mendampingi korban agar dapat keadilan. Tuntutan korban ingin keadilan dari polisi selaku pihak yang berwajib dan kami kawal agar pihak berwenang bisa tegakan hukum sesuai prosedur hukum dan bawa perspektif keadilan," ucapnya.
Dia menilai kasus ini adalah ini permasalahan yang ada di kehidupan sosial masyarakat.
"Kami menunggu proses laporan, sekarang sudah mau dua minggu setelah dilaporkan," katanya.
Dia mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kuasa hukum.
Namun, belum ada proses signifikan dalam pengusutan kasus ini.
Baca juga: Mahasiswi Untirta yang Diduga Jadi Korban Pelecehan Oleh Presma Lapor Polisi
Selain itu, aksi solidaritas itu sekaligus mengampanyekan bahaya kekerasan seksual.
"Ini strategi pencerdasan bahwa kekerasan seksual harus disikapi serius, kita berharap semua elemen masyarakat bisa aware terhadap kekerasan dan responsif, khususnya pihak berwajib ketika ada aduan," ujarnya.
Sejauh ini baru ada dua korban yang melapor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/aksi-solider-mahasiswa-untirta.jpg)