Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Ubah Aturan Perjalanan Udara, Tidak Lagi Pakai PCR, Cukup Lampirkan Hasil Tes Antigen

Syarat perjalanan menggunakan moda tranportasi udara di Jawa-Bali tersebut sama dengan syarat penerbangan luar Jawa-Bali. 

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Penumpang di Terminal 3 Kedatangan Domestik Bandara Soekarno-Hatta yang dilakukan swab antigen secara acak saat kembali dari mudik, Senin (17/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNBANTEN.COM - Ketentuan bagi pelaku perjalanan udara dari dan ke wilayah Jawa-Bali diubah.

Pengguna pesawat kini boleh hanya melampirkan hasil tes antigen sebagai syarat perjalanan pada masa pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, mengatakan perjalanan udara tidak lagi mengharuskan tes PCR.

"Cukup menggunakan tes antigen," katanya dalam konferensi pers virtual yang disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (1/11/2021).

Baca juga: Harga PCR Turun Jadi Maksimal Rp 300 Ribu, Ombudsman RI: Seharusnya Bisa Gratis!

Menurut dia, perubahan kebijakan ini adalah usulan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Syarat perjalanan menggunakan moda tranportasi udara di Jawa-Bali tersebut sama dengan syarat penerbangan luar Jawa-Bali

Sebelumnya pemerintah mengumumkan pengguna pesawat dengan tujuan dari dan ke wilayah Jawa-Bali melampirkan hasil tes PCR Covid-19 pada 18 Oktober 2021.

Kebijakan yang resmi diterapkan sepekan kemudian tersebut menuai protes karena diberlakukan pada saat kasus melandai.

Baca juga: Daftar Tarif Tes PCR Maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Super Air Jet, dan Lion Air

Pemerintah dinilai tidak konsisten karena membuka penerbangan internasional ke Bali, tetapi memperketat syarat perjalanan domestik.

Tujuan pemerintah untuk menggeliatkan kembali pariwisata juga dinilai tidak berbanding lurus dengan kebijakan wajib PCR bagi pengguna pesawat.

Hal itu lantaran biaya RT PCR yang lebih mahal dibandingkan tes antigen.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved