Breaking News:

4 Pegawai BPN dan Lurah Terjaring OTT di Lebak, Begini Modus Nakal Komplotan Pelaku Pungli

Polda Banten menangani kasus pungutan liar (pungli) pembuatan sertifikat tanah. 5 pelaku ditangkap.

Editor: Glery Lazuardi
Kolase TribunBali
Ilustrasi pungli 

TRIBUNBANTEN.COM - Polda Banten menangani kasus pungutan liar (pungli) pembuatan sertifikat tanah.

5 pelaku ditangkap. Mereka terdiri dari 4 oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lebak dan seorang lurah.

Empat oknum pegawai BPN yaitu FD staf ukur, MY kasie ukur, EL kasie ukur, dan IM kasie P2. Sedangkan satu pelaku lagi adalah lurah berinisial MR.

Baca juga: Lewat Mural, La Ode Kritik Pungli Oknum Polisi, Karyanya Jadi Juara Lomba Piala Kapolri 2021

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu berawal pada saat LL membeli tanah seluas 30 hektare di Desa IJ pada Desember 2020.

Pada saat membeli tanah itu, dia sempat mengajukan permohonan sertifikat hak milik (SHM).

Dari proses pengajuan itu, hingga Oktober 2021 belum ada kejelasan terselesaikannya proses balik nama SHM.

Selama proses pembuatan sertifikat, LL dimintai sejumlah dana.

Untuk kemudian, LL melaporkan peristiwa itu kepada Polda Banten untuk selanjutnya dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lebak Banten pada Jumat 12 November 2021.

Pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten melakukan OTT atas perintah langsung Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto.

"Praktik pungutan liar seperti ini memang sudah sangat meresahkan masyarakat," kata Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto., kepada wartawan, pada Minggu (14/11/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved