Breaking News:

Beredar Video Anak Sekolah Terhambat Pagar Kawat Berduri, Inafis Polres Pandeglang Langsung Bongkar

Pembongkaran dilakukan setelah adanya laporan warga dan video ketika anak hendak bersekolah terhalang kawat berduri.

dokumentasi Polda Banten
Inafis Polres Pandeglang bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) membongkar pagar kawat berduri di Kampung Cipanon, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Inafis Polres Pandeglang bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) membongkar pagar kawat berduri di Kampung Cipanon, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (18/11/2021).

Pembongkaran dilakukan setelah adanya laporan warga dan video ketika anak hendak bersekolah terhalang kawat berduri.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Maulidi, mengatakan pihaknya bersama LPA membongkar kawat berduri karena ada perampasan hak terhadap anak untuk sekolah.

"Kami bongkar karena ada laporan dari warga disertai video anak SD saat pergi ke sekolah terhalang kawat berduri," ujarnya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (19/11/2021).

Baca juga: 12 Desa di 6 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang Terendam Banjir, Ketinggian Air Rata-rata 30 Cm

Menurut dia, pembongkaran kawat berduri itu sepanjang 15-20 meter.

"Ada dua pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan. Silakan menempuh jalur untuk menetapkan hak tanah ini milik siapa," ucapnya.

Polisi akan menjerat Pasal 333 KUPH tentang Perampasan Hak Kemerdekaan Seseorang.

"Kami masukkan pasal ini bagi yang memagari kawat berduri dan menghambat anak bersekolah, dan untuk yang terperiksa masih saksi," katanya.

Baca juga: Momen Kejutan di HUT ke-1 Tribun Banten, Kue Ulang Tahun Spesial dari Kabid Humas Polda Banten

Ketua LPA Pandeglang, Gobang Pamungkas, sangat mengapresiasi upaya kepolisian membongkar  pagar kawat berduri yang dinilai sudah merampas hak kemerdekaan anak untuk bersekolah.

"Setelah ada laporan langsung dari orang tua dan secara resmi kepada Komnas Perlindungan Anak, kami langsung menginvestigasi di lapangan, fokus pada persoalan anak," ujarnya.

Pengelola tanah, Sofian, mengaku senang karena pagar kawat berduri dibongkar polisi didampingi LPA Pandeglang.

"Berkat semua, pagar kawat berduri dibongkar dan hak anak untuk bersekolah kini kembali normal," ucap Sofian.

Menurut dia, hak atas tanah dapat diselesaikan melalui proses persidangan di pengadilan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved