Breaking News:

BKN Diskualifikasi 225 Peserta Tes SKD CPNS, Ketahuan Curang Pakai Modus Baru

225 peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021 di wilayah Sulawesi dan Lampung terbukti melakukan tindak kecurangan. 

Editor: Glery Lazuardi
Warta Kota/Nur Ichsan
Peserta bersiap untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (17/2/2020). Badan Kepegawaian Daerah atau BKD DKI Jakarta mencatat pelamar CPNS DKI Jakarta pada 2019 sebanyak 50.528 pelamar, peserta yang lolos administrasi dan lolos tes SKD untuk mengisi 3.390 formasi CPNS yang disediakan Pemprov DKI Jakarta. 

TRIBUNBANTEN.COM - 225 peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021 di wilayah Sulawesi dan Lampung terbukti melakukan tindak kecurangan. 

Peserta SKD yang terbukti curang tersebut diputuskan untuk didiskualifikasi. Di kolom pengumumannya, peserta yang curang diberikan tanda Dis (diskualifikasi).

"Dari total 2 juta peserta seleksi, 225 peserta di antaranya atau sekitar 0,01 persen terbukti curang, dengan temuan di sembilan titik lokasi SKD yang berada di wilayah Sulawesi dan Lampung," kata Kepala Biro Humas dan Kerja Sama BKN Satya Pratama, dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Lolos SKD, 410 Pelamar CPNS Kota Serang Berhak Mengikuti SKB, Berikut Syarat dan Aturan Ikut Tes

Menurut dia, daftar nama-nama peserta tersebut diumumkan lewat masing-masing instansi melalui pengumuman hasil SKD.

"Peserta curang diberi tanda DIS di kolom pengumumannya," ujarnya. 

Adapun modus kecurangan yang dilakukan peserta, lanjut dia, dideteksi melalui forensik digital BKN bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yakni dengan menelusuri pola pengerjaan ujian peserta di server CAT BKN.

Dari hasil sementara, Satya mengatakan, ditemukan indikasi kecurangan dengan modus remote access atau akses komputer dari jarak jauh. 

Dia menambahkan, angka temuan kemungkinan akan bertambah, seiring dengan proses penyidikan yang juga masih berjalan di tengah tahapan seleksi yang masih berlangsung.

BKN bersama BSSN, kata dia, saat ini pun masih bergerak melakukan audit forensik dan audit trail, yakni mengaudit seluruh tempat titik lokasi tes. Mulai dari pemeriksaan perangkat seleksi dan CCTV, termasuk audit terhadap aktivitas peserta selama mengikuti seleksi.

"Jika pada temuan-temuan berikutnya, peserta yang terbukti curang telah sampai pada tahapan SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) atau mungkin sudah dinyatakan lulus dan mendapatkan NIP, akan diberlakukan konsekuensi serupa, yakni didiskualifikasi," ungkapnya.

Baca juga: Seleksi CPNS Berbasis Digital, Gubernur Banten: Tidak Ada Peluang untuk Pungli

Selain itu, dia juga menyebut, oknum penyelenggara yang terlibat akan dikenakan hukuman disiplin sesuai Peraturan Pemerintah 49 Tahun 2021.

Sementara bagi pihak oknum berstatus non-ASN yang terlibat bakal ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Tulisan ini sudah tayang di kompas.tv berjudul Ketahuan Curang 225 Peserta SKD CPNS 2021 Didiskualifikasi

https://www.kompas.tv/article/235312/ketahuan-curang-225-peserta-skd-cpns-2021-didiskualifikasi?page=all

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved