Batik Air Kembali ke Bandara Soetta Disambut Pemadam Kebakaran dan Ambulans, Ini Penjelasannya

Pesawat Batik Air mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat itu disambut petugas pemadam kebakaran dan ambulans.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUN JAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Batik Air 

TRIBUNBANTEN.COM - Pesawat Batik Air mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat itu disambut petugas pemadam kebakaran dan ambulans.

Video pendaratan pesawat itu disebarluaskan oleh penumpang pesawat itu. Video itu sempat viral di media sosial.

Seperti dilansir dari Kompas.tv (Group TribunBanten.com), pihak Batik Air memberikan penjelasan mengenai insiden itu.

Baca juga: Dari 142 Pesawat, Tersisa 40-60 Unit, Garuda Indonesia Sepi Terbang, Wamen BUMN: Banyak Komplain

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat Batik Air itu memiliki nomor penerbangan ID-6818. Kejadian itu berlangsung pada Kamis (25/11/2021).

Pesawat itu berangkat dari dari Bandara Soekarno-Hatta dengan tujuan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padang Pariaman, Sumatera Barat (PDG).

Pesawat berangkat pada pukul 16.05 WIB dan dijadwalkan tiba di BIM pada pukul 17.35 WIB. Akan tetapi, pilot kemudian memutuskan kembali ke Soetta setelah pesawat sempat terbang.

Danang menjelaskan bahwa keputusan kembali ke bandara asal sudah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.

“Pilot memutuskan untuk untuk melakukan pendaratan kembali ke bandar udara asal (return to base/ RTB) dikarenakan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan pada salah satu sistem hidrolik perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan,” kata Danang pada Sabtu (27/11), dikutip dari Kompas.com.

Ia mengatakan, pesawat mendarat dengan selamat dengan mengedepankan faktor keselamatan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Setelah pesawat parkir pada tempatnya, seluruh penumpang diarahkan menuju ruang tunggu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Dan sebelum pesawat tinggal landas, pihaknya mengeklaim telah menjalankan pengecekan pesawat sebelum keberangkatan oleh awak kokpit (pilot) dan teknisi.

“Hasil pengecekan pada pesawat bahwa dinyatakan layak terbang dan beroperasi (airworthiness for flight),” katanya lagi.

Kendati demikian, terkait dengan adanya sambutan pemadam kebakaran dan ambulans, Danang tidak menjelaskan.

Lebih lanjut, pihaknya telah menyampaikan informasi sesuai perkembangan terkini dan sudah mempersiapkan untuk pelayanan kompensasi keterlambatan keberangkatan (delay management) berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Saat kejadian, pesawat pengganti kemudian disiapkan dan keberangkatan dilakukan di hari yang sama pada Kamis, 25 November 2021.

Baca juga: Beruntung yang Sudah Vaksin Lengkap, Cukup Tunjukkan Rapid Antigen Bila Ingin Naik Pesawat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved