Breaking News:

Virus Corona di Banten

Biosafety Lab Level 2 Dibangun di Bandara Soekarno-Hata Cegah Masuknya Varian Omicron

Fasilitas yang menjadi bagian Airport Health Center testing Covid-19 ini dibangun untuk memperkuat Biosafety dan Biosecurity Management.

Penulis: Yudhi Maulana A | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com
ILUSTRASI - Antrean penumpang di Bandara Soekarno-Hatta 

TRIBUNBANTEN.COM - Untuk mencegah masuknya virus corona varian Omicron di Bandara Soekarno-Hatta, pihak pengelola membangun laboratorium berstatus Biosafety Lab Level 2 (BSL-2).

Fasilitas yang menjadi bagian Airport Health Center testing Covid-19 ini dibangun untuk memperkuat Biosafety dan Biosecurity Management.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan Biosecurity Management dijalankan untuk melindungi publik dari bahaya Covid-19, sementara Biosafety Management untuk membuat lingkungan tetap sehat.

"BSL-2 dibangun dengan luas 158 meter persegi di Terminal 3. BSL-2 dilengkapi sejumlah ruangan seperti ruang ekstraksi dan ruang mixing dengan berbagai perlengkapan seperti BioSafety Cabinet," katanya, Jumat (3/12/2021).

Ia membeberkan, fasilitas BSL-2 ini memiliki kapasitas pemeriksaan hingga 1.216 sampel per jam atau sekitar 29.184 per hari.

Baca juga: 6 Indikator yang Harus Dicermati secara Berkala Satgas Covid-19 Mengantisipasi Omicron

Laboratorium ini mampu memberikan hasil tes PCR sekira 3 jam setelah sampel diambil di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta.

"BSL-2 ini dioperasikan oleh tenaga medis profesional antara lain bersertifikat Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM), biosafety officer, dan ahli patologi," jelasnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta (KKP), Darmawali Handoko mengatakan, penumpang rute internasional baik WNI dan WNA yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta harus menunjukkan kartu vaksinasi serta hasil tes PCR yang diambil maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Adapun SE Menhub Nomor 102 Tahun 2021 antara lain juga mengatur penutupan sementara masuknya WNA, baik secara langsung maupun transit di negara asing, yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi dalam kurun waktu 14 hari dari negara/wilayah yang telah mengonfirmasi adanya transmisi varian Omicron.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved