Kasus Stunting

Dinkes Buka Data, Angka Stunting di Kabupaten Tangerang Banten Turun Drastis

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten, mengklaim angka stunting mengalami penurunan yang signifikan sejak 2022.

Editor: Ahmad Haris
Tribuntangerang.com/Nurmahadi
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten, mengklaim angka stunting mengalami penurunan yang signifikan sejak 2022. Saat diwawancarai Rabu (27/8/2025), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menjelaskan dari angka stunting sebesar 16 persen pada 2022 lalu, kini turun mencapai 7,3 persen. 

TRIBUNBANTEN.COM - Angka stunting di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten disebut mengalami penurunan yang signifikan sejak 2022.

Hal itu diutarakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi.

Ia menjelaskan, dari angka stunting sebesar 16 persen pada 2022 lalu, kini turun mencapai 7,3 persen. 

Baca juga: Program Unggulan PKK Lebak: Ketahanan Pangan dan Cegah Stunting

"Jadi stunting di Kabupaten Tangerang tuh dari tahun 2022-2025, sudah mengalami penurunan yang signifikan," ucapnya kepada wartawan, Rabu (27/8/2025).

"Mulai dari angka stunting waktu itu 16 persen, turun menjadi 14 persen, turun menjadi 9 persen, turun menjadi terakhir 7,3 persen," lanjutnya.

Meski demikian, Tarmizi menilai angka itu masih terbilang tinggi, dan menargetkan penurunan kasus stunting hingga di bawah 5 persen. 

"Jadi kami sudah capai, tapi tetap walaupun 7,3 persen, kami tetap harus menurunkan lagi angka itu kalau perlu sampai di bawah 5 persen," katanya. 

Terdapat dua upaya yang dilakukan Dinkes Kabupaten Tangerang dalam menurunkan angka stunting

Tarmizi menjelaskan cara pertama dengan metodenya intervensi spesifik, yang mana pihaknya akan memantau bayi yang mengalami penurunan berat badan, dan langsung ditangani dengan cara memberi asupan gizi yang cukup.

Sementara cara kedua yakni intervensi sensitif, Tarmizi menjelaskan metode itu dilakukan dengan memonitor pola hidup dalam keluarga, terutama ibu dan ayahnya. 

"Orangtua yang ngerokok di rumah, itu berpengaruh terhadap stunting. Kami larang, itu namanya intervensi sensitif. Kemudian orangtuanya ekonominya nggak punya pekerjaan untuk beri makanan, itu intervensi sensitif," kata Tarmizi. 

Dia menjelaskan stunting ada hampir sleuruh wilayah di Kabupaten Tangerang, terbanyak berada di wilayah pantura. 

"Stunting itu hampir semuanya ada, tapi yang tertinggi biasanya ada di wilayah-wilayah pantura. Jadi memang tergantung juga tingkat ekonomi, tingkat pengetahuan masyarakat, itu juga sangat mempengaruhi terjadinya stunting," ujarnya.

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (dari masa kehamilan sampai anak usia 2 tahun).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved