Breaking News:

Pengeroyokan Antar Geng Motor di Kota Serang, Satu Remaja Tewas Dibacok Celurit

Remaja berinisial AK (9) tewas terkena sabetan senjata tajam celurit, saat kejadian pengeroyokan antar geng motor di Kota Serang.

Penulis: mildaniati | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Mildaniati
Barang bukti cerulit yang digunakan oleh pelaku saat tawuran antar geng motor yang menyebabkan korban meninggal dunia, diperlihatkan oleh polisi, di Mapolres Serang Kota, Selasa (21/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Remaja berinisial AK (19) tewas terkena sabetan senjata tajam cerulit, saat kejadian pengeroyokan antar geng motor.

Kapolres Serang Kota AKBP Maruli Ahiles Hutapea mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/11/2021) pukul 03.30.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Cilegon-Legok, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Baca juga: Pilu Gadis Tunawicara di Serang, Dicabuli Tetangganya Sendiri, Polisi dan P2TP2A Turun Tangan

Menurut AKBP Hutapea, kejadian itu dilatar belakangi balas dendam antar sesama geng motor.

Korban AK (19) dari geng motor "Egreg", dan pelaku dari KR (17) dari geng motor Kramatwatu.

"Korban terkena sabetan cerulit di dada kanan, tangan kanan dan punggung, motifnya adalah balas dendam," ujarnya di Mapolres Serang Kota, Selasa (21/12/2021).

"kasus pengeroyokan pada geng motor lain, korban meninggal dunia dibacok pake celurit, TKP di Taktakan," lanjutnya.

Kejadian bermula saat pelaku mengundang korban lewat media sosial, kemudian terjadilah tawuran.

"Jadi mengundang ketemu lewat medsos, kemudian tawuran, motifnya sering nonton kekerasan yang membawa nama baik gengnya, pelaku di bawah umur, cukup banyak dan diamankan 1 orang pelaku pembacok," jelasnya.

Baca juga: Pilu Tukang Sayur di Kota Serang, Uang Pengajuan KUR Rp 50 Juta Miliknya Hilang

Sementara itu, satu orang pelaku yang melayangkan senjata tajam pada korban telah diamankan oleh polisi.

"Diamankan 1 orang, sedangkan yang lainnya masih dalam pengejaran, geng motornya banyakan," tuturnya. 

Atas tindakannya itu, pelaku dikenakan pasal 170 ayat 2 ke 3 Jo 351 ayat 3 KUHPidana dengan pidana 12 tahun penjara.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved