Breaking News:

Pandangan Islam tentang Spirit Doll atau Boneka Arwah, Ini Kata MUI

Disebut boneka arwah karena boneka tersebut diberi arwah anak kecil kemudian dirawat serta diberikan nama layaknya seorang bayi sungguhan.

Editor: Renald
wallpaperflare.com
Ilustrasi boneka - Disebut boneka arwah karena boneka tersebut diberi arwah anak kecil kemudian dirawat serta diberikan nama layaknya seorang bayi sungguhan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Spirit doll atau boneka arwah cukup ramai dibincangkan akhir-akhir ini.

Ramainya perbincangan tersebut tak lain karena boneka arwah yang diadopsi sejumlah arti.

Disebut boneka arwah karena boneka tersebut diberi arwah anak kecil kemudian dirawat serta diberikan nama layaknya seorang bayi sungguhan.

melihat hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah, Cholil Nafis menjelaskan hukumnya.

Baca juga: Mengenal Boneka Arwah yang Viral di Indonesia, Kerap Dikaitkan dengan Misteri, Begini Asal-usulnya

Baca juga: Ikut Komentari Soal Ramainya Publik Figur Adopsi Boneka Arwah, Artis Five Vi: Itu Dosa Syirik

Hukum mainan bonekapada dasarnya boleh sepanjang hanya untuk hiburan bagi anak-anak.

"Mainan boneka itu boleh sebagai hoby. Biasanya anak kecil atau pemudi senang mengoleksi boneka. Ya hukumnya boleh aja," ungkap Cholil Nadis melalui unggahan Instagramnya @cholilnafis.

Hal itu merujuk pada sebuah hadits Siti Aisyah ra. yang bermain boneka dan Rasulullah saw membolehkan atasnya.

Cholil Nafis pun menyebutkan hadits tentang mainan boneka tersebut.

كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ عِنْدَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَكَانَ لِى صَوَاحِبُ يَلْعَبْنَ مَعِى ، فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ يَتَقَمَّعْنَ مِنْهُ ، فَيُسَرِّبُهُنَّ إِلَىَّ فَيَلْعَبْنَ مَعِى

“Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasululah shallallahu ‘alaihi wa salam masuk dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku” (HR. Bukhari no. 6130).

Namun demikian, hukumnya berbeda jika boneka tersebut dipersepsikan sebagai anak yang hidup bernyawa serta dibeli dengan harga puluhan juta.

Sebab hal itu merupakan hal yang berlebihan, yaitu mubarzdzir dan israf yg hukumnya haram.

Begitu pula jika boneka tersebut dijadikan persemayaman arwah atau makhluk halus, maka yang demikian dihukumi haram.

"Ketika boneka dipersepksikan sebagai anak yg hidup bernyawa yg dibeli puluhan juta tentu itu berlebihan. Yaitu mubarzdzir dan israf yg hukumnya haram. Begitu juga klo boneka dijadikan persemayaman arwah atau makhluk halus maka hukumnya haram. Pastinya itu jin yang mungkin akan menjerumuskan," ungkap Cholil Nafis.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved