Breaking News:

Gubuk Reyot Milik Nenek Sarti di Desa Kampung Baru, Pamarayan Sedang Diajukan Pembangunan RTLH

Gubuk Reyot Milik Nenek Sarti di Desa Kampung Baru, Pamarayan Sedang Diajukan Pembangunan RTLH

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Kepala Desa Kampung Baru, Urdin. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Kepala Desa Kampung Baru Urdin angkat bicara terkait warganya yakni Nenek Sarti, yang berusia 74 tahun yang tinggal di gubuk bambu reyot, dan merawat kedua anaknya yang mengalami orang dalam gangguan kejiwaan (ODGJ).

Sarti tinggal di Kampung Pasir Padudukan RT 021 RW 006 Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang.

Kepala Desa Kampung Baru Urdin mengatakan, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Serang, untuk dapat memberikan bangunan rumah tidak layak huni (RTLH) terhadap Nenek Sarti.

Baca juga: Kisah Nenek Sarti Tinggal di Gubuk Reyot di Pamarayan Tanpa Penerangan, dan Rawat Dua Anak ODGJ

"Iya mengenai nenek Sarti kami sudah melakukan kordinasi, bahkan sudah langsung bersurat kepada Bupati agar segera di setujui untuk dapat melakukan pembangunan," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (11/1/2022).

Tidak hanya itu ia pun sudah melakukan survei langsung bersama dengan camat Pamarayan, Dinsos, Dinkes, serta pendamping PKH.

"Untuk bantuan pun sudah kita pastikan bu Sarti ini dapet batuan PKH, karena memang kondisinya benar-benar memperihatinkan," katanya.

Nenek berusia 74 tahun di Kabupaten Pasir Padudukan RT 021 RW 006 Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Tinggal bertiga bersama kedua anaknya di gubuk bambu reyot.
Nenek berusia 74 tahun di Kabupaten Pasir Padudukan RT 021 RW 006 Desa Kampung Baru, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang. Tinggal bertiga bersama kedua anaknya di gubuk bambu reyot. (TribunBanten.com/Desi Purnamasari)

Pihaknya berharap agar dapat segera ada tindak lanjutan dari rencana pembangunan program RTLH untuk nenek Sarti.

"Nantinya akan terus kita pantau, dan kita juga akan terus sisir kembali kasus seperti ini agar tidak ada lagi yang tidak tertangani atau tidak tercatat oleh pihak Desa," katanya.

Pantauan TribunBanten.com, Senin (10/1/2022) kondisi rumah Nenek Sarti cukup memprihatinkan dan hampir roboh.

Baca juga: Terlalu! Niat Pinjam Mobil, Ternyata Komplotan Pemuda Ini Malah Curi 15 Tabung Gas Milik Warga

Dinding yang terbuat dari bambu hanya menutupi bagian belakang rumah. Sedangkan bagian denpan hanya ditutup dengan kain sarung yang tidak sanggup menahan dinginnya angin malam.

Bahkan gentingnya banyak yang sudah bolong, bahkan ditambal dengan karung-karung  sehingga ketika ada hujan angin kondisinya bocor.

Tidak hanya itu, di gubuknya pun tidak ada kamar mandi, sehingga untuk keperluan MCK ia harus berjalan kaki menuju sumur timba yang terletak tak jauh dari rumahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved