Breaking News:

Ferdinand Hutahaean Ditahan Polisi, Pelapor: Tolak Perilakunya yang Bahayakan Persatuan Nasional

Ferdinand Hutahaean Ditahan Polisi, Pelapor: Tolak Perilakunya yang Bahayakan Persatuan Nasional

Editor: Ahmad Haris
Instagram @knpimediacentre
Ketua Umum KNPI Haris Pertama bersama pengurus DPP KNPI memberikan keterangan pers saat melaporkan Ferdinand Hutahaean atas dugaan cuitan yang menyinggung sara. 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama yang melaporkan Pelapor Eks Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean ke polisi, kini buka suara. 

Sebelumnya, Haris Pertama melaporkan Ferdinand Hutahaean ke pihak yang berwajib atas dugaan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Alhasil, Ferdinand yang merupakan eks politikus Demokrat itu kini ditetapkan sebagai tersangka dan juga telah ditahan oleh pihak kepolisian. 

Haris Pertama menuturkan, pihaknya tidak pernah membenci Ferdinand Hutahaean sebagai pribadi.

Baca juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Polisi Tahan Ferdinand Hutahaean, Sita DVD dan Ponsel Miliknya

Sebaliknya, pelaporan itu hanya bukti KNPI menolak bentuk perilaku yang dapat membahayakan persatuan.

"Terkait penetapan tersangka saudara Ferdinand Hutahaean, KNPI tidak benci kepada pribadi saudara Ferdinand Hutahaean, tetapi tidak setuju dan menolak perilakunya yang bisa membahayakan persatuan nasional," kata Haris dalam keterangannya, Selasa (11/1/2022).

Menurutnya, KNPI juga menolak berbagai bentuk tindakan yang bisa menimbulkan permusuhan di masyarakat.

KNPI juga bakal mendukung Polri untuk mengusut kasus itu secara tegas.

"KNPI menolak segala model sikap dan perilaku yang bisa membangkitkan permusuhan antar kelompok dan golongan di Indonesia yang majemuk ini. KNPI mendukung sikap aparat yang tegas, adil dan tidak diskriminatif siapapun yang melanggar hukum serta mengancam persatuan Indonesia," jelas Haris.

Lebih lanjut, Haris menambahkan kasus Ferdinand Hutahaean bisa menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved