Breaking News:

Laporkan Kasus Dugaan Korupsi ke Kejagung Bukan ke KPN, Ini Kata Erick Thohir

Erick mengatakan bahwa upaya pelaporan dugaan korupsi di lingkup BUMN adalah program kerjasama dengan kejaksaan.

Editor: Renald
dokumentasi PLN
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Launching PT Energy Management Indonesia (EMI) ke dalam PLN Group untuk Mendukung Inisiatif Dekarbonisasi Menuju Green Economy yang berlangsung di Jakarta, Jumat (22/10/2021).  

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan kasus dugaan korupsi Garuda Indonesia ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Banyak yang bertanya, kenapa bukan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Erick mengatakan bahwa upaya pelaporan dugaan korupsi di lingkup BUMN adalah program kerjasama dengan kejaksaan.

Tak hanya ingin menindak kasus tersebut, ia juga ingin memperbaiki sistem administrasi di perusahaan BUMN.

Baca juga: Garuda Indonesia Diduga Korupsi Atas Pengadaan Pesawat ATR, Erick Thohir Laporkan ke Kejagung

"Kebetulan dengan Kejaksaan, sejak awal kita punya kesepakatan program besar reformasi BUMN."

"Dimana tidak hanya kita menindak dengan hal yang sudah ada, tapi kita memperbaiki seluruh sistem administrasi," kata Erick, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Rabu (12/1/2022).

Ia pun mencontohkan dugaan kasus korupsi yang menimpa Garuda Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir di Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (3/1/2022).
Menteri BUMN Erick Thohir di Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (3/1/2022). (Istimewa)

Dikatakannya, ada pelaksanaan administrasi yang salah dalam perusahaan maskapai nasional.

"Contoh tadi, Garuda. Kita melihat mereka beli pesawat dahulu, tetapi belum menentukan rute."

"Berarti itu kan sistem administrasi secara menyeluruh yang salah," ucap dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved