Breaking News:

Ada 5 Jenis, Kemenkes Terbitkan Panduan Memilih Vaksin Booster, Ini Masing-masing Karakteristiknya

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander Ginting menjelaskan mengenai mekanisme pemilihan vaksin booster.

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar vaksinasi Covid-19 yang diprioritaskan bagi sivitas akademik serta mahasiswa, Kamis (2/8/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Alexander Ginting menjelaskan mengenai mekanisme pemilihan vaksin booster.

Seperti diketahui, pemerintah resmi memulai program vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster pada Rabu (12/1/2022) kemarin.

Ada lima jenis vaksin yang digunakan sebagai booster yakni CoronaVac/Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

Sebelum memilih salah satu vaksin booster, penting untuk memperhatikan pengkategorian jenis sebagai homolog, heterolog, atau bisa keduanya.

Baca juga: Cara Daftar Vaksinasi Dosis Ketiga atau Booster di PeduliLindungi, Begini Cek Jadwal dan Lokasinya

Vaksin homolog

Homolog sendiri berarti jenis vaksin primer atau vaksin dosis lengkap di awal sama dengan jenis vaksin booster.

"Homolog itu vaksin 1 dan vaksin 2 sejenis. Misalnya Sinovac, Sinovac, dan boosternya Sinovac (CoronaVac)," ujar Alex saat dihubungi Kompas.com, Rabu (12/1/2022).

Adapun jenis vaksin yang termasuk homolog yakni Sinovac, Moderna, dan Pzifer. 

Vaksin heterolog

Sedangkan, untuk kategori heterolog yakni vaksin 1 dan vaksin 2 sejenis, tetapi boosternya bisa berbeda jenis vaksin.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved