Breaking News:

Gempa Banten

BPBD Provinsi Banten Masih Lakukan Pendataan Terkait Bencana Gempa yang Terjadi di Sumur Pandeglang

BPBD Provinsi Banten Masih Lakukan Pendataan Terkait Bencana Gempa yang Terjadi di Sumur Pandeglang

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Kepala BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Selasa (30/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN PANDEGLANG - Paska terjadinya gempa berkekuatan 6,7 skala richter di Banten pada Jumat, (14/1/2022) sekitar pukul 16.05 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten saat ini masih melakukan pendataan terhadap para korban.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Provinsi Banten, Nana Suryana.

"Sekarang masih dilakukan pendataan, tim kita juga sedang melakukan koordinasi di lapangan baik dengan BPBD Kabupaten maupun terjun langsung di lokasi," ujarnya saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Ada Peningkatan Aktifitas Kegempaan, BMKG Himbau Masyarakat di Selatan Banten, Jabar, Jatim, Waspada

Ia menuturkan, bahwa saat ini baru ada beberapa data dan informasi kerusakan di wilayah Lebak dan Pandeglang.

Baik itu data kerusakan rumah penduduk, maupun fasilitas yang lainnya. 

"Tetapi untuk mendapat data detail di masing-masing lokasi kecamatan jumlahnya masih diupdate oleh BPBD Pandeglang dan Lebak," katanya.

Nana menyampaikan, pusat utama gempa ini berada di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Sehingga wilayah yang paling banyak terdampak dari gempa tersebut yaitu di daerah Pandeglang.

Namun sejauh ini, kata dia, pihaknya belum mendapatkan informasi adanya korban jiwa.

Baca juga: Pasca Gempa di Sumur Pandeglang, Polsek Sumur Himbau Masyarakat Untuk Waspada Gempa Susulan

"Alhamdulillah sampai saat ini, tidak ada informasi laporan yang mengalami korban jiwa," ungkapnya.

Untuk sementara waktu, bagi yang rumahnya rusak berat, BPBD menghimbau masyarakat mengungsi terlebih dahulu ke rumah penduduk terdekat, atau sanak saudaranya. 

"Atau tempat lain yang ditentukan, bisa di Desa, Kecamatan atau tempat lainnya yang aman," ungkapnya.
 

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved