Breaking News:

Imlek 2022, Cerita Pengemis Raup Rp 300 Ribu per Hari: Lumayan Juga Setiap Tahun

Maryati, pengemis, mendapatkan rezeki pada Tahun Baru Imlek. Tidak tanggung-tanggung, selama satu hari dia mendapatkan uang Rp 300 ribu.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Puluhan pengemis berkumpul di depan Vihara Boen Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang, melakukan aksi mencari 'kerompongan', yang berarti meminta pemberian angpao dari jemaat yang beribadah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Maryati, pengemis, mendapatkan rezeki pada Tahun Baru Imlek.

Tidak tanggung-tanggung, selama satu hari dia mendapatkan uang Rp 300 ribu.

Maryati mengemis di depan Vihara Boen Tek Bio yang berada di Mauk, Kabupaten Tangerang.

"Kalau pas hari Imlek enggak menentu, karena kan kalau Imlek sering hujan. Tapi kalau mau ditungguin sampai sore hari sih, bisa saja dapat sampai Rp 300 ribu," ujarnya.

Baca juga: Tahun Baru Imlek, Vihara Avalokitesvara Serang Ramai Pengunjung

Berdasarkan pemantauan TribunTangerang.com, puluhan pengemis memadati area depan Vihara Boen Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang, pada Malam Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili.

Terdapat lebih dari 39 pengemis berkumpul di depan vihara dengan beralaskan selembar kardus sambil memangku putera-puteri mereka yang masih kecil yang sudah terlelap.

Para pengemis tersebut, duduk di kardus dengan mengenakan pakaian lusuh dan kusam, sambil memegang gelas atau kotak makan plastik sebagai wadah meminta uang kepada para jemaat yang beribadah di Malam Tahun Baru Imlek.

Puluhan pengemis yang terdiri terdiri dari beragam usia, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak dibawah umur.

Ketika ada satu jemaat yang memberikan sumbangannya, puluhan pengemis tersebut akan langsung berlari dan berkurumun untuk mengharapkan hal yang sama.

"Iya saya mencari kerompongan, yang mana kegiatannya itu meminta rejeki dari kokoh dan cici yang abis ibadah imlekan di vihara ini," ujar Maryati.

Baca juga: Apa Itu Cap Go Meh, Perayaan yang Dilakukan di Hari ke-15 Setelah Imlek

Maryati yang merupakan warga Mauk, Kabupaten Tangerang, rela menempuh perjalanan jauh demi menjalankan aksi mengemis tersebut pada setiap tahunnya.

Ia dan puluhan pengemis lainnya juga rela begadang untuk meminta-minta sejak Malam Tahun Baru Imlek, hingga perayaan Imlek tiba.

"Saya warga Mauk, Kabupaten Tangerang, memang saya biasa begini setiap tahun, ya ngedatengin vihara ini aja nyari kerompongan tadi itu," kata dia.

"Saya datang ke Vihara Boen Tek Bio ini doang biasanya, karena kalau di vihara lainnya sudah pada enggak boleh, makanya saya milih jauh-jauh kesini, karena masih boleh (menjalankan aksi mengemisnya)," jelas Maryati.

Baca juga: Larangan saat Tahun Baru Imlek, Tak Boleh Menangis hingga Potong Rambut

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved