Virus Corona di Banten
Imlek di Masa Pandemi Covid-19, Warga Tionghoa: Sepi, Enggak Berasa
Ryan, warga keturunan Tionghoa, merasa ada yang berbeda saat merayakan Tahun Baru Imlek di masa pandemi Covid-19.
TRIBUNBANTEN.COM - Ryan, warga keturunan Tionghoa, merasa ada yang berbeda saat merayakan Tahun Baru Imlek di masa pandemi Covid-19.
Sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020, menurut dia, tidak terdapat sesuatu yang spesial dalam perayaan Imlek dua tahun belakangan.
Hal ini, karena aktivitas peribadatan dilakukan menerapkan protokol kesehatan ketat dibandingkan
perayaan sebelum masa pandemi Covid-19.
Pernyataan itu disampaikan Ryan pada saat beribadah di Vihara Kwan In Tang, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
"Kayaknya enggak meriah ya, sepi enggak ada hiburan. Sudah dua tahun ini enggak berasa Imlek, kalau dulu kan sebelum pandemi kan ada barongsai, terus malam Imlek ada perayaan penyambutan," kata Ryan kepada Wartakotalive.com saat ditemui di lokasi, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel, Selasa (1/2/2022).
Baca juga: Pandemi Covid-19, Perayaan Imlek di Wihara Satya Dharma Serang Terapkan Prokes Ketat
Kendati demikian, Ryan berharap ke depan perayaan Imlek dapat berlangsung seperti sebelum pandemi covid-19 melanda.
Keyakinan itu diteguhkannya mengingat pada tahun ini merupakan shio macan air yang mengartikan pembenahan diri.
"Kita bisa lebih introspeksi diri, jadi ke depan lebih baik lagi," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Rizal Sanjaya (38) saat ditemui usai melangsungkan ibadah pada perayaan Imlek tahun ini.
Menurutnya shio ini mewakili kecerahan pada masa mendatang.
"Maknanya lebih cerah, kita lihat dari cuaca saja sudah cerah sekali," katanya dikesempatan yang sama, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel, Selasa (1/2/2022).
Baca juga: Imlek 2022, Cerita Pengemis Raup Rp 300 Ribu per Hari: Lumayan Juga Setiap Tahun
Sementara itu pantauan Wartakotalive.com di lokasi, para umat yang melangsungkan ibadah pada perayaan Imlek tahun ini tetap mematuhi penerapan protokol kesehatan (prokes) covid-19.
Secara silih berganti para umat berdatangan ke vihara tersebut guna melakukan peribadahan.
Selain itu tepat di halaman vihara sejumlah anak-anak ramai memadatinkawaasan hanya untuk menunggu pembagian angpao dari para umat yang datang.
Ada pula dua pedagang burung pipit di lokasi yang sama dengan menawarkan barang dagangannya kepada umat yang berdatangan.
Tak jarang, para umat tersebut membeli burung pipit itu untuk sengaja dilepaskannya.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Warga Tionghoa di Pamulang Merasa Sepi Pada Perayaan Imlek 2022 Imbas Covid19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/sejumlah-umat-sedang-melakukan-ibadah-di-ruang-utama-vihara-kwan-in-tang.jpg)