Wacana Duetkan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar, Politisi PKB Angkat Suara

Muncul wacana memasangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Editor: Glery Lazuardi
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020). Rapat kerja tersebut membahas pengembangan kekuatan TNI, kapabilitas Bakamla, serta penguatan diplomasi di wilayah perairan Natuna. 

TRIBUNBANTEN.COM - Muncul wacana memasangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.

Pada beberapa waktu lalu, ada deklarasi Prabowo-Cak Imin di Kota Bandung.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai Prabowo-Muhaimin adalah pasangan ideal menurut pendapat banyak orang.

"Kita memang tidak bisa maju sendiri dan elektoral Pak Prabowo juga termasuk yang bagus. Banyak yang memandang kombinasi ini pasangan yang ideal untuk bisa mencapai kemenangan. Tapi kalau saya pribadi tetap berjuang Pak Muhaimin capres," kata Jazilul kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: Survei Trust Indonesia Capres 2024, Popularitas Prabowo Masih Teratas, Diikuti Jusuf Kalla & Anies

Menurut dia, jika pasangan itu terwujud dalam pesta demokrasi lima tahunan nanti, dapat dikatakan itu merupakan duet yang ideal untuk memenangka Pilpres 2024 mendatang.

Meski begitu, dirinya dan internal PKB tetap akan memperjuangkan Cak Imin menjadi calon presiden (capres).

Ia menjelaskan, jika Prabowo-Gus Muhaimin duet sebagai pasangan capres-cawapres, secara hitungan koalisi sudah memenuhi syarat presidential threshold (PT) minimal 20%.

"Itu sudah lebih dari cukup untuk maju sebagai pasangan capres-cawapres," ujarnya.

Di sisi lain, komposisi pasangan ini juga cukup ideal mewakili unsur nasionalis- religius, sipil-mileter, tua-muda.

Selain itu, secara pribadi keduanya juga sudah cukup akrab, meskipun berbeda koalisi saat Pilpres 2019 lalu.

"Pak Muhaimin punya kultur pesantren dan NU, Pak Prabowo punya kultur militer, menurut saya komplit lah. Cuma saya pribadi masih berjuang agar Pak Muhaimin menjadi capres, RI 1. Tapi saya juga tidak menolak beberapa teman yang punya usulan karena pada ujungnya politik harus realistis juga," katanya.

Baca juga: Menhan Prabowo Ziarah ke TMP Taruna Kota Tangerang, Peringati Hari Bakti Taruna ke-76

Kendati begitu, sejauh ini komunikasi yang dibangun belum sampai fokus membahas soal pasangan secara spesial.

"Kalau ada pembahasan yang lebih serius dan itu dapat sambutan yang bagus dari publik, ya nggak ada salahnya kalau pasangan ini dimunculkan lebih dulu untuk jalan karena cukup koalisinya," kata dia.

Wakil Ketua MPR ini mengatakan, saat ini masih ada waktu sekitar 2 tahun lebih bagi masing-masing calon untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

"Memang hari ini belum sampai pada momentum untuk memutuskan, siapapun calonnya. Pak Prabowo juga belum momentum memutuskan, Pak Anies juga belum. Yang jelas Pak Muhaimin dengan semua kandidat yang muncul tidak ada kendala dari sisi komunikasi," katanya.

Tulisan ini sudah tayang di kompas.tv berjudul PKB: Duet Prabowo-Cak Imin adalah Kombinasi yang Ideal di Pilpres 2024

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved