Breaking News:

Pasca Gempa M 6,6, Sebagian Warga Pandeglang Masih Tinggal di Pengungsian, Bantuan Berdatangan

Uluran tangan dari berbagai pihak diterima warga terdampak bencana gempa bumi di Pandeglang, Banten.

Editor: Glery Lazuardi
Dokumentasi warga
Dampak gempa 6,7 M menyebabkan kerusakan rumah warga di Kabupaten Pandeglang, Banten. 

TRIBUNBANTEN.COM - Uluran tangan dari berbagai pihak diterima warga terdampak bencana gempa bumi di Pandeglang, Banten.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, setidaknya 257 unit rumah rusak akibat gempa Pandeglang, Banten dengan magnitudo 6.6 yang terjadi pada Jumat sore 14 Januari 2022.

Jumlah tersebut berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu 15 Januari 2022 pukul 00.25 WIB.

Wakil Presiden Maruf Amin, selaku perwakilan pemerintah pusat, didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini telah mengunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (20/1/2022).

Kemensos telah menyalurkan beberapa bantuan logistik kepada korban terdampak gempa. Bantuan itu, seperti tenda-tenda hunian sementara untuk warga dan bantuan logistik.

Baca juga: Wilayah Banten Belakangan Ini Sering Terjadi Gempa Bumi, BMKG: Harus Tetap Waspada

Selain bantuan dari pemerintah, warga Kabupaten Pandeglang juga menerima bantuan dari berbagai pihak.

Di antaranya, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III dan Universitas Budi Luhur.

Mereka turut terlibat membantu korban bencana alam di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Dalam keterangannya, Kepala LLDIKTI Wilayah 3 Paristiyanti Nurwadani, mengatakan pasca gempa bumi pada15 Januari 2022, ratusan bangunan sekolah dan rumah warga rusak parah.

Di tengah kondisi pandemi sejumlah kepala rumah tangga juga masih tinggal di penggungsian.

"Kami mengimplementasikan kebijakan mas menteri terkait transformasi pendidikan perguruan tinggi Merdeka Belajar dalam mengirimkan relawan kepada daerah – daerah bencana, dalam kegiatan pengabdian masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Doa saat Terjadi Gempa Bumi dalam Latin dan Arab, Lengkap dengan Terjemahannya

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian ulang tahun Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti yang ke-43 tahun.

Rektor Universitas Budi Luhur yang sekaligus Ketua Relawan LLDIKTI 3, Wendi Usino mengatakan kondisi ini membuat terpanggil untuk membantu meringankan beban korban gempa baik secara moril maupun materiil.

Sekaligus, kata dia, sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kebudiluhuran dengan peduli sesama.
Bantuan diberikan dalam bentuk sekitar 300 paket bantuan berisi sembako dan obat-obatan senilai 40 juta rupiah siap disalurkan secara langsung kepada para korban gempa.

“Paket bantuan tersebut merupakan hasil kerja keras dari alumni, yayasan dan civitas akademika Universitas Budi Luhur. Dan bekerja sama dengan Relawan LLDIKTI 3 akan segera kami serahkan untuk membantu para korban," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved