Breaking News:

Disebar di 8 Desa, Pemkab Serang Minta 42 Mahasiswa IAIB KKN di 8 Desa Ajak Masyarakat Mau Divaksin

Epi meminta kepada mahasiswa yang KKN untuk mengingatkan masyarakat agar mau suntik vaksin Covid-19.

dokumentasi Diskominfosatik Kabupaten Serang
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Serang, Epi Priatna, melepas 42 mahasiswa Institut Agama Islam Banten (IAIB) Serang yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN), di Pendopo Bupati Serang, Rabu (23/2/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Sebanyak 42 mahasiswa Institus Agama Islam Banten (IAIB) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di delapan desa di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

KKN adalah satu di antara bentuk program pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

Sebelum disebar, mereka dilepas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Serang, Epi Priatna, di Pendopo Bupati Serang, Rabu (23/2/2022).

Epi meminta kepada mahasiswa yang KKN untuk mengingatkan masyarakat agar mau suntik vaksin Covid-19.

“Termasuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun,” ujar Epi melalui keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Sabtu (26/2/2022).

Baca juga: Inspektorat Kabupaten Serang Sosialisasi Perbup No 5 Sebelum Dibentuk Unit Pengendalian Gratifikasi

Dia juga mengimbau kepada para mahasiswa agar menjaga protokol kesehatan pandemi Covid-19.

Mantan Sekretaris Inspektorat Kabupaten Serang ini berharap pengabdian para mahasiswa bisa bermanfaat untuk masyarakat.

"Sesuaikan kondisi, beradaptasi dan bekerja sama dengan pemerintahan desa, kecamatan, serta unsur muspika," ujarnya.

Wakil Rektor II IAIB Serang Muhammad Arif Iqbal mengamini atas imbauan Pemkab Serang agar mengajak masyarakat untuk mau suntik vaksin Covid-19.

Baca juga: Diskopumindag Kabupaten Serang Siapkan 12 Liter Minyak Goreng Satu Harga bagi Tiap Pelaku UMKM

“Kami sangat mendukung, terutama vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun. Tentunya juga menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Satu di antara program utama program KKN mahasiswa IAIB Serang adalah mengubah paradigma yang lama, yakni membangun desa.

“Namun, paradigma yang kami ubah itu desa membangun yang pertama keagamaan, sosial kemasyarakatan, dan membantu pemerintah desa,” ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved