Cerita Warga Berburu Minyak Goreng, Antre Berjam-jam di Hari Libur: Harga Turun, tapi Barang Tak Ada

Puluhan warga mengantre di pusat grosir di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kecamatan Serang, Kota Serang untuk mendapat minyak goreng.

Tayang:
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Puluhan warga saat antre minyak goreng di pusat grosir Kota Serang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Puluhan warga mengantre di pusat grosir di Jalan Raya Serang-Cilegon, Kecamatan Serang, Kota Serang untuk mendapat minyak goreng.

Berdasarkan pemantauan, warga telah mengantre untuk mendapatkan minyak goreng sejak Senin (28/2/2022) sekitar pukul 09.00 WIB.

Masing-masing warga hanya mendapatkan minyak goreng satu liter.

Christin, warga Banten Lama mengaku rela mengantre selama tiga jam untuk mendapat minyak goreng.

"Antreannya kan dari jam 09.00 sampai jam 10.00, ini sudah sampai jam 12.00 ngantre cuma dapat satu liter," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (28/2/2022).

Baca juga: HUT ke-29 Kota Tangerang, Pemkot Gelar Donor Darah Berhadiah Minyak Goreng dan Beras

Dia mengaku datang dari Banten Lama hanya untuk membeli minyak goreng.

Dia menerima informasi ada minyak goreng dari salah satu karyawan pusat grosir tersebut.

Informasi itu berupa minyak goreng dijual Rp 14.000 pada Senin 28 Februari sekitar pukul 09.00 pagi.

"Dapat infonya dari karyawan sini, katanya ada minyak goreng seharga subsidi setiap jam 9 pagi. Cuma dijatah satu liter doang," kata dia.

Sementara itu, Lia, perempuan asal Ciruas, Kabupaten Serang rela datang ke pusat grosir itu hanya untuk membeli minyak goreng.

"Dari Ciruas, sengaja cuma mencari minyak doang. Soalnya di sana sudah cari-cari tapi ngga ada," ungkapnya.

Baca juga: Cara Pemerintah Malaysia Mengatasi Kenaikan Harga Minyak Goreng, Dijual dalam Ukuran Kilogram

Ia mengaku diberitahu temannya bahwa kemarin, temannya mendapatkan minyak seharga subsidi di pusat grosir tersebut.

Dikatakan temannya bahwa untuk satu orang dijatah hanya dua liter.

Kemudian Lia sengaja datang lebih awal supaya bisa mendapatkan minyak goreng dua liter.

"Katanya dapat dua liter, tapi tadi antre panjang dapatnya cuma satu liter," kata dia.

Menurutnya minya satu liter tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Akan tetapi, walaupun hanya dapat satu liter.

Lia mengaku bersyukur bisa mendapatkan minyak goreng seharga subsidi.

"Soalnya setiap kali saya masuk ke minimarket di Ciruas itu ngga ada. Kalau di pasar ada, tapi agak mahal dan ngga pernah ke pasar juga," kata dia

Baca juga: Harga Minyak Goreng Murah, Hanya Rp 5 Ribu Per Liter, Ini Syaratnya

Dengan kelangkaan minyak goreng seharga subsidi tersebut.

Lia berharap supaya pemerintah bisa segera mengatasi kelangkaan minyak tersebut.

"Katanya harga turun tapi barang ngga ada, Harapannya secepatnya lah pemerintah mengatasi ini. Apalagi ini bahan pokok ini sangat dibutuhkan masyarakat," ungkapnya.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved