Breaking News:

HUT ke-29 Kota Tangerang, Macet Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas di Kota Tangerang.

Editor: Glery Lazuardi
TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Pemkot Tangerang menyediakan SMPN 30 Kota Tangerang sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas di Kota Tangerang.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Untuk itu, pihak Pemerintah Kota Tangerang melakukan berbagai upaya untuk mengurai kemacetan.

Menurut Arief R Wismansyah, penanganan kemacetan menjadi satu dari beberapa program yang belum rampung pengerjaannya.

"Penanganan kemacetan, sekarang terus kita benahi, termasuk Jalan Sudirman, Jalan Daan Mogot, kemarin Galeong," ujar Arief di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang usai menghadiri rangkaian acara HUT ke-29 Kota Tangerang, Senin (28/2/2022).

"Nanti ada lagi yang pertigaan Pos Gerendeng, kita tata semuanya," sambungnya.

Baca juga: 2 Anak Shireen Sungkar Terjebak di Lift Selama 45 Menit karena Lift Error dan Macet

Ia kemudian menyinggung polemik yang sempat muncul saat menangani kemacetan di Jalan Daan Mogot.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sedang melakukan uji coba sistem jalur satu arah di Jalan Daan Mogot.

Kemudian, pada 21 Februari 2022, kemacetan imbas dari satu jalur Jalan Daan Mogot justri timbul di jalur lain.

Menurut Arief, skema dilakukan pada hari Minggu karena volume kendaraan cenderung rendah.

"Persiapan untuk hari Senin (21/2/2022). Karena kalau hari senin dilakukan, pasti lebih kacau lagi," ungkapnya.

Dari ketidaktahuan akan skema satu arah itu, muncul kemacetan di jalur alternatif, yakni Jalan Bouraq.

Menurut Arief, kemacetan hanya terjadi pada 21 Februari 2022 saja.

Baca juga: Truk Terguling Sebabkan Kemacetan Lalu Lintas di Pintu Keluar Gerbang Tol Cilegon Timur

Dengan demikian, mulai 21 Februari 2022 hingga saat ini tak ada lagi kemacetan di Jalan Bouraq.

"Kita akan tingkatkan lagi Jalan Bouraq, ada penataan-penataan dan sebagainya. Tujuannya adalah bagaimana menjaga mobilitas masyarakat ini tetap lancar di Kota Tangerang," papar dia.

Pasalnya, Pemkot Tangerang mulanya hendak menambah traffic light untuk mengurai kemacetan di Jalan Daan Mogot.

Namun, rencana itu dibatalkan karena traffic light justru menyebabkan kemacetan di jalan lain di sekitar Jalan Daan Mogot.

"Lampu merah Tanah Tinggi (di Jalan Daan Mogot) macetnya bisa sampai Pasar Tanah Tinggi. Yang Jalan Pembangunan 3, macetnya sudah sampe Bambu Oju, panjang banget kalau pagi sampai sana," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul 29 Tahun Kota Tangerang, Wali Kota Akui Kemacetan Masih Jadi Masalah yang Belum Tuntas

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved