Breaking News:

Malam-malam Ganjar Datangi Desa Wadas, Emak-emak pun Ikut Pertemuan di Masjid Nurul Huda

Penolakan tersebut dibuat dalam bentuk surat kepada Gubernur Jateng yang ditandatangani warga.

dokumentasi Pemprov Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog bersama warga Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Rabu (9/3/2022) malam. 

TRIBUNBANTEN.COM - Emak-emak, bapak-bapak, dan pemuda Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, antusias menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Dialog itu dilakukan di Masjid Nurul Huda di Desa Wadas, Rabu (9/3/2022) malam.

Gus Fuad, seorang tokoh masyarakat Desa Wadas, menyampaikan dari awal warga Desa Wadas menolak rencana penambangan batu andesit yang digunakan untuk bahan pembangunan Bendungan Bener.

Penolakan tersebut dibuat dalam bentuk surat kepada Gubernur Jateng yang ditandatangani warga.

Surat itu disertai lampiran fotokopi KTP warga.

Baca juga: Ganjar Milenial Banten di Kabupaten Lebak Deklarasi Mendukung Ganjar Pranowo Maju Pilpres 2024

Namun, surat tidak dikirimkan langsung kepada gubernur, tetapi dititipkan melalui BBWS Serayu Opak.

Warga berkeinginan BBWS menyampaikan kepada gubernur agar mendapat respons langsung atau dapat berdialog dengan gubernur.

Namun, hingga saat ini belum ada respon atau jawaban dari surat tersebut.

"Sampai sekarang tidak ada jawaban. Apakah surat itu juga sampai ke Pak Ganjar atau tidak," ujarnya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (11/3/2022).

Selain berkirim surat, ucap Gus Fuad, warga dulu sempat menerima rencana penambangan batu andesit di desanya.

Penerimaan itu dengan kompensasi warga minta dibangunkan akses air dari Bendungan Bener menggunakan pipa. 

"Waktu itu kami cuma minta satu pipa saja ke Wadas, tapi waktu itu jawaban BBWS, oh itu terlalu bombastis. Akhirnya warga mau enggak mau, bersikap menolak," katanya.

Beberapa waktu lalu, pihak warga sudah mendatangi BBWS untuk mempertanyakan kembali hak warga atas lahannya dan rencana penambangan. 

"Tapi tidak mendapat jawaban karena alasannya kepala BBWS sudah diganti dan yang baru tidak tahu menahu," ujar Gus Fuad.

Baca juga: Begini Suasana Pertemuan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Warga Desa Wadas di Masjid

Ganjar Pranowo mengaku belum mengetahui perihal surat beserta lampiran fotokopi KTP warga tersebut.

Dia berterimakasih karena mendapat informasi itu dan akan mengklarifikasi ke pihak terkait.

"Ini saya baru tahu kalau warga pernah mengirim surat ke BBWS. Di pertemuan yang pertama belum ada yang bilang dan saya juga belum pernah baca itu. Saya minta izin untuk mengklarifikasi dengan memanggil pihak terkait," katanya.

Nantinya, aspirasi dari warga akan disampaikan ke beberapa pihak terkait untuk mencari solusi terbaik.

"Ada beberapa hal yang nanti akan saya klarifikasi ke beberapa orang  agar yang panjenengan (Anda) sampaikan, minimal saya dapat sangu saat rapat. Kita akan carikan solusi," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved