Breaking News:

UMK Tangsel Rp 4,2 Juta, Satpam Puspiptek Hanya Digaji Rp 1,8 Juta, Disnaker: Nilai Tak Manusiawi!

UMK Tangsel Rp 4,2 juta, Satpam Puspiptek Hanya Digaji Rp 1,8 Juta, Disnaker: Nilai Tak Manusiawi!

Editor: Ahmad Haris
TribunTangerang.com/Rizki Amana
Aksi demonstrasi puluhan Satpam Perumahan Puspiptek tolah PHK sepihak dan tuntut gaji UMK di kawasan Perumahan Puspiptek, Setu, Kota Tangsel pada Kamis (10/3/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Upah minimum bagi pekerja di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah ditetapkan oleh pemerintah setempat sebesar Rp 4,2 juta.

Akan tetapi, upah minimum kota (UMK) senilai Rp 4,2 juta itu nyatanya hanya impian belaka bagi puluhan Satpam yang bekerja di kawasan Puspiptek, Setu, Kota Tangsel.

Aditya Mulyadi, selaku Administrasi Satpam Perumahan Puspiptek saat menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Puluhan Satpam Perumahan Puspitek Tangerang Gelar Aksi Demo, Gegara 39 Orang di PHK Sepihak

Menurutnya, upah tersebut diterima para Satpam usai pemenang vendor pengelola jasa keamanan yakni PT Sumber Guna Dinamis memutuskan hanya akan menggunakan 27 orang, dari 66 pekerja yang sebelumnya di bawah pengelolaan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Aditya mengatakan, untuk peralihan itu setelah menjadi BRIN di Januari 2022.

Sebelumnya, kata Aditya, pihaknya bekerja di bawah Kementerian Ristek sampai Desember (2021).

"Nah kami selesai di sana dan kami akan diperpanjang dengan pihak outsourching perjanjian waktu itu dan diminta membantu perumahan Puspiptek," kata Aditya seperti dikutip dari Tribuntangerang.com, Kamis (10/3/2022).

Akhirnya 66 Satpam dari beragam perusahaan mengikuti permintaan dengan janji gaji UMK tadi.

"Kami digaji 27 orang dengan gaji UMK (Rp 4,2 juta) dibagi-bagi menjadi 66 anggota, jadinya satu orang Rp 1.700.000 sampai Rp 1.800.000 dengan 12 jam kerja," kata Aditya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tangsel, Sukanta mengatakan, besaran upah yang diterima para Satpam tersebut terbilang tak manusiawi.

"Ya kalau anggapan manusiawi, belum manusiawi ya kalau segitu," kata Sukanta saat dikonfirmasi Tribuntangerang.com melalui sambungan telepon selularnya, Setu, Kota Tangsel, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Disnaker Tangsel Minta Buruh Legowo UMK 2021 Cuma Naik 1,5 Persen

Kendati menilai tak manusiawi, kata Sukanta, permasalahan upah merupakan perjanjian dari pihak perusahaan dengan pekerjanya.

Meski terdapat aturan kebijakan UMK, kedua belah pihak baik dari perusahaan maupun pekerja dapat membuat perjanjian upah di luar kebijakan yang telah ditetapkan.

"Kalau namanya gaji itu hasil kesepakatan mereka. Walaupun tidak UMK yang penting ada kesepakatan dari mereka saja, apalagi ada perjanjian, SKB, segala macam kita tak bisa intervensi. Tak kala ada laporan ke kita, kita bisa fasilitasi," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribuntangerang.com dengan judul Satpam Puspiptek Digaji Rp 1,8 Juta, Disnaker Kota Tangsel Nilai Tak Manusiawi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved