Breaking News:

Ayah dan Anak di Pandeglang Diduga Korupsi Dana Desa Rp 418 Juta, Dituntut 5 Tahun Penjara

Sukmawijaya dan Yogi Purnama Aji dituntut pidana penjara lima tahun dan denda Rp 200 juta.

Editor: Glery Lazuardi
Kompas via Kompas.com
Ilustrasi korupsi dan mark up 

TRIBUNBANTEN.COM - Sukmawijaya dan Yogi Purnama Aji dituntut pidana penjara lima tahun dan denda Rp 200 juta.

Mereka dinilai terbukti korupsi dana desa senilai Rp 418 juta.

Mereka diduga melanggar bersalah melakukan Tindak Pidana pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) KUH Pidana.

"Kemarin sidang dengan agenda tuntutannya. Ayah dan anak dituntut lima tahun pidana penjara," ujar Kasi Intelejen Kejari Pandeglang Wildani Hafit saat dikonfirmasi. Rabu (16/3/2022).

Baca juga: Kejati Banten dan Tim Ahli Periksa Laptop 19 SMA/SMK Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer

Dilihat Kompas.com di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Serang, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.

Selain itu, kedua terdakwa juga diminta untuk membayar uang pengganti Rp368 juta

"Dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1 (satu) bulan maka dipidana penjara selama dua tahun dan enam bulan," dikutip Kompas.com dari SIPP Pengadilan Tipikor Serang.

Sidang pekan depan mengagendakan pledoi atau pembacaan nota pembelan baik dari terdakwa maupun penasehat hukum.

Berdasarkan fakta pesidangan, pada tahun 2019 Desa Sodong mendapat dana desa sebesar Rp 772.834.000 untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan.

Baca juga: Sujud Lama Sekali, Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Meninggal saat Salat Subuh, Petugas Ngaku Curiga

Berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur desa seperti pembangunan jalan desa, rehab embung, pemeliharaan sambungan air bersih, penyelenggaraan posyandu, pembangunan Paud hingga penyertaan modal BUMDes.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved