Jurnalis yang Meliput Perang Rusia Ukraina Dikabarkan Hilang, Kebebasan Pers Sengaja Dibungkam?
Sejumlah jurnalis yang bertugas untuk meliput dan mengikuti perkembangan perang Rusia dan Ukraina dikabarkan hilang.
TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah jurnalis yang bertugas untuk meliput dan mengikuti perkembangan perang Rusia dan Ukraina dikabarkan hilang.
Organisasi Jurnalis Internasional menuding bahwa Rusia telah sengaja melakukan kejahatan perang lantaran telah menargetkan para jurnalis yang sedang bertugas.
Jurnalis dan fotografer kenamaan Maks Levin (41), dikabarkan hilang.
Sebab, keberadaannya saat ini tak diketahui dan diduga menjadi tawanan perang atau sudah terbunuh.
Dilansir TribunWow.com dari The Guardian, Selasa (22/3/2022), kekhawatiran berkembang atas bahaya yang dihadapi oleh jurnalis yang meliput invasi Rusia ke Ukraina.
Baca juga: Perang Rusia Ukraina: Hancurkan Infrastruktur Senilai 100 Miliar Dolar AS, Tewaskan Ribuan Tentara
Terlebih lagi setelah kabar hilangnya Levin sejak Minggu (13/2/2022).
Levin mengabarkan keberadaan terakhirnya saat sedang di distrik Vishgood, bagian utara Kiev.
Levin saat itu telah mengabadikan potret warga sipil yang bertempur maupun yang mengungsi.
Menurut rekan sesama fotografer, Markiian Lyseiko, telepon Levin tidak berfungsi sejak dia mengirim pesan terakhirnya pagi itu.
Lyseiko menulis di akun Facebook pribadinya bahwa Levin sempat dihentikan ketika melakukan perjalanan lintas wilayah.
Dia pun yakin Levin mungkin telah terluka atau ditangkap oleh pasukan Rusia selama pertempuran sengit hari itu.
"Teman baik kami, jurnalis foto perang berbakat Maks Levin, telah hilang. Dia bertugas lapangan di zona pertempuran di luar Kiev pada 13 Maret. Sejak itu, tidak ada yang bisa melakukan kontak dengannya. Jika anda mengikuti perang ini, anda pasti telah melihat banyak karyanya,” cuit Illia Ponomarenko, reporter pertahanan untuk Kyiv Independent.
Baca juga: Hindari Kematian, Komandan Rusia Sampai Nyamar Hanya Pakai Dalaman, Tetap Kepergok Tentara Ukraina
Kelompok kebebasan pers mengatakan bahwa Levin bukanlah jurnalis Ukraina pertama yang menghilang.
Komite Perlindungan Wartawan mengatakan dua wartawan lainnya, Oleh Baturyn dan Viktoria Roshchina, sebelumnya hilang tetapi telah dibebaskan oleh penculik mereka, yang diduga anggota angkatan bersenjata Rusia.
"Terlalu banyak jurnalis hilang saat meliput invasi Rusia ke Ukraina, dan semua pihak dalam konflik harus memastikan bahwa pers dapat bekerja dengan aman dan tanpa rasa takut akan penculikan," kata Gulnoza Said, koordinator program CPJ Eropa dan Asia Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/jurnalis-bbc-ukraina-olga-malchevska-tak-menyangka-rumahnya-di-kiev-hancur.jpg)