Kuliner Khas Bulan Ramadan dari Banten, Ada Gerem Asem, Rasanya Bikin Mata Melek

Kuah segar dengan aroma khas daging bebek tanpa amis akan anda rasakan jika menyantap sajian makanan khas Banten yang satu ini yaitu Gerem Asem.

Tayang:
Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/MILDANIATI
Gerem Asem 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG-Kuah segar dengan aroma khas daging bebek tanpa amis akan anda rasakan jika menyantap sajian makanan khas Banten yang satu ini yaitu Gerem Asem.

Daging yang digunakan adalah daging bebek.

Dalam gerem asem, daging bebek terasa empuk.

Satu gigitan saja, daging akan terkelupas dari tulangnya.

Baca juga: LINK STREAMING Hasil Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 1443 H/2022

Menurut pemilik rumah makan gerem asem Nadori atau biasa dikenal dengan sebutan gerem asem mang Dori mengaku diperlukan waktu 2 jam memasak bebek dalam kuah gerem asem.

Dulunya, gerem asem disantap bagi warga yang sedang bergadang.

"Biasanya dimakan pas orang bergadang, menu ini populer di Serang Utara," ujarnya pada TribunBanten.com saat ditemui di Pakipatan, Kamis (31/3/2022).

Pertama kali memasak gerem asem, dia belajar meramu resep dari mertuanya.

Nadori memasak gerem asem tanpa kulit bebek sehingga bau amis dari daging bebek hilang.

"Tanpa kulit, kalo dibuang 100% amisnya hilang," katanya.

Baca juga: Jam Kerja ASN di Provinsi Banten Selama Ramadan 1443 H, Berikut Rinciannya!

Dia membuka rumah makan dua cabang, pertama di Kilasah Kasemen dan kedua di Jalan Raya Jakarta, KM 04 Pakupatan Serang.

Satu porsi gerem asem lengkap dengan nasi kuning dijual Rp 28 ribu.

Selain bebek, dia juga menyediakan gerem asem ayam.

Namun, kebanyakan pelanggannya menyukai daging bebek, dari mulai kalangan muda sampai lanjut usia.

Awal mula merintis, dimulai secara door to door ke rumah-rumah warga sejak tahu 2018.

"Sejak 2018 berjualan gerem asem, sering dikunjungi pejabat dan menteri, awal merintis door too door dan online di facebook," paparnya.

"Pertama buka facebook dan dibeli oleh Ketua DPR Kabupaten Serang H Bahrul Ulum," terangnya.

Baca juga: Ratusan Santri Kabupaten Serang Semangat Berjalan dan Berselawat saat Pawai Taaruf Ramadan 1443 H

Dori sendiri yang mengantarkan pesanan pada pelanggannya.

"Pesan antar," ucapnya.

Selama ramadan, Dori mengaku dia bisa menjual dalam sehari sebanyak 20 sampai 30 ekor bebek yang sudah dimasak gerem asem.

Omset kotor dalam sebulan selama ramadan Rp 70 juta, dalam sehari bisa mengantongi Rp 2,5 juta.

Dia juga melayani pree order (PO) maksimal H-1 pemesanan karena gerem asem yang dia buat secara dadakan tanpa dihangatkan.

"Dadakan buatnya, engga diangetin, mangkannya kalo pesen banyak gabisa dadakan, apalagi butuh proses masak selama 2 jam," terangnya.

Baca juga: Kondisi Terminal Pakupatan Menjelang Ramadan Masih Normal, Tarif Bus Belum ada Kenaikan

Dori biasanga buka pukul 11.00 sampai 21.00 WIB.

Dori biasa melayani pesanan untuk dinas, acara arisan, buka puasa dan sebagainya.

Bahkan Gubernur Banten, Wahidin Halim pernah 4 kali menikmati gerem asem buatannya.

Dori juga menjual paket bacakan yaitu 2 liter nasi kuning yang dicampur kuah kaldu dan gerem masem berisi 3 ekor bebek yang sudah dimasak.

Paket itu dimasukan dalam 2 toples, harganya Rp 350 ribu gratis toples.

"Bebek 3 ekor, nasi 2 liter itu untuk paket bacakan, harganya Rp 350 ribu," paparnya.

Sedangkan untuk dijual per porsi, 1 bebek dibelah 4 dengan potongan besar, masing-masing 1 porsi berisi 1 potong bebek.

Baca juga: Anak-anak dan Emak-emak Pawai Taaruf Berkeliling Rangkasbitung Bawa Spanduk Menyambut Ramadan 1443 H

"Satu ekor dibelah 4 untuk pesanan per porsi, kalo untuk paket bacakan potongan dagingga bisa request," jelasnya.

Dori juga membagikan proses memasak gerem asem, bahan yang disiapkan adalah bawang merah, cabai merah, cabai rawit hijau, salam, laos, garam, penyedap rasa, sasa dan asam.

Bumbu diulek, kemudian dicampurkan pada daging bebek, kemudian tuangkan air secukupnya dan diamkan selama 2 jam direbus.

Setelah masak, geren nasem kuah segar siap disantap.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved