PILU Umat Islam di Ukraina, Sambut Ramadan di Tengah Gempuran Militer Rusia
PILU Umat Islam di Ukraina, Sambut Bulan Ramadan di Tengah Gempuran Militer Rusia
TRIBUNBANTEN.COM - Umat Islam di negara Ukraina menyambut Ramadan di tengah gempuran Rusia.
Hal ini lantaran perang yang berkecamuk di Ukraina hingga kini belum juga usai.
Tentu saja kejadian ini menyulitkan mereka menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
Baca juga: Netizen Ramai Ucap MasyaAllah saat Laudya Cynthia Bella Umumkan Tidak Bermedia Sosial saat Ramadan
Sebab, sejumlah infrastruktur hancur sehingga mengganggu ketersediaan pasokan bahan pokok.
"Mendapatkan air pun sulit. Ibadah selama Ramadan akan sulit,” ucap Sheikh Said Ismagilov, seorang mufti Ukraina, dalam sebuah video diskusi bertajuk “Apa betul Naziisme berkembang di Ukraina?”.
Diskusi itu digelar Center of Communication Crisis and Conflict (C4) Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid (Usahid) Jakarta dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), belum lama ini.
Selain Sheikh Said Ismagilov, turut hadir Vasyl Hamianin Dubes Ukraina untuk Indonesia, Sheikh Aider Rustemov Mufti komunitas Islam Crimea Tartar dan Romo Andrii Zelinskyi yang berasal dari Gereja Katolik Yunani.
Berdasarkan agama, populasi Ukraina didominasi oleh Kristen Ortodoks.
Baca juga: Bantu Militer Ukraina, Amerika Serikat Alokasikan Bantuan Tambahan 300 Juta Dolar AS
Orang Islam di Ukraina berjumlah sekitar 4% dari keseluruhan jumlah penduduknya.
Kebanyakan mereka adalah kaum Tatar Krimea dan tinggal di semenanjung Krimea.
Di Kota Kiev sendiri ada sekitar 50 ribu warga muslim termasuk dari mereka merupakan warga yang berasal dari luar negara.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Umat Muslim di Ukraina Menyambut Ramadan di Tengah Gempuran Rusia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pengungsi-ukraina-mengantre-dalam-cuaca-dingin.jpg)