111 Produk Indikasi Geografis Terdaftar di Indonesia, Belum ada Satu pun dari Banten!
Namun, dari 99 produk lokal yang terdaftar, tidak ada satu pun yang berasal dari daerah atau Provinsi Banten.
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Saat ini ada 111 produk Indikasi Geografis yang terdaftar di Indonesia.
Jumlah itu terdiri atas 99 produk Indikasi Geografis terdaftar lokal asli Indonesia dan 12 produk yang terdaftar berasal dari luar.
Namun, dari 99 produk lokal yang terdaftar, tidak ada satu pun yang berasal dari daerah atau Provinsi Banten.
Padahal, kata Plh Kepala Kanwil Kemenkumham Banten, Masjuno, banyak yang bisa digali untuk didaftarkan Indikasi Geografis.
Baca juga: M-Paspor dalam Perbaikan, Silakan Datangi Kantor Imigrasi Terdekat, Kadiv Minta Layanan Optimal
Dia menyebutkan seperti rambutan parakan, rambutan tangkue, gula aren, alpukat YM, talas beneng, tenun Baduy, gerabah, dan durian.
"Banten belum memiliki Indokasi Geografis yang terdaftar," katanya saat membuka Sosialisasi Indikasi Geografis di sebuah hotel di Kabupaten Tangerang, Selasa (12/4/2022).
Menurut dia, hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua.
Sosialisasi tersebut diharapkan mampu menambah dan memperkaya pemahaman bagi para pemangku kepentingan, khususnya bagi dinas-dinas pemerintahan daearah yang ada di Provinsi Banten.
Baca juga: Notaris Wajib untk Menerapkan PMJP, Kanwil Kemenkumham Banten Gelar Bimtek kepada Notaris
Pemahaman itu terkait pentingnya pendaftaran produk khas daerah sebagai Indikasi Geografis.
"Saya sangat berharap kegiatan ini mampu menjadi pintu gerbang bagi terdaftarnya Indikasi Geografis dari daerah Banten untuk pertama kalinya," ucapnya.
Indikasi Geografis adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk yang karena faktor lingkungan geografis, seperti faktor alam dan manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut.
Indikasi Geografis memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan.
Indikasi Geografis ini merupakan potensi daerah serta nasional yang dapat menjadi komoditas unggulan, baik dalam perdagangan domestik maupun internasional.
Sebagai contoh, beberapa jenis kopi asli Indonesia yang telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis, di antaranya arabika gayo dari Aceh serta kopi arabika Kintamani dari Bali.
Selain kopi, terdapat produk Indikasi Geografis asli Indonesia lainnya yang digemari dunia, seperti Ubi Cilembu yang diminati konsumen dari Jepang, hingga Garam Amed, Pala Siau, dan Lada Putih Muntok yang diminati di negara-negara Uni Eropa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Plh-Kanwil-Kemenkumham-Banten-Masjuno.jpg)