Libur Lebaran
Libur Lebaran, Hari Bisa Raup Rp 8 Juta/Hari Jual Emping dan Dodol Khas Pandeglang-Serang
Hari menjual oleh-oleh khas Pandeglang dan Kabupaten Serang, seperti emping mlinjo, dodol, serta buah sawo dan durian.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Agung Yulianto Wibowo
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sejumlah penjual oleh-oleh di jalur Pandeglang-Serang, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, meraup omzet hingga jutaan rupiah dalam sehari selama libur Lebaran ini.
Hari Pribadi, seorang penjual, mengaku pendapatannya naik hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya saat ada larangan mudik.
"Sehari, pendapatan bisa mencapai Rp 8 juta. Kebanyakan pembeli berasal dari luar daerah, seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Depok," katanya kepada TribunBanten.com, Kamis (5/5/2022).
Baca juga: Lebaran Hari Keempat, Toko Oleh-oleh di Jalan Raya Serang-Pandeglang Diserbu Pembeli
Pada tahun lalu, Hari hanya bisa mendapatkan pendapatan Rp 1,5 juta dalam sehari.
Hari menjual oleh-oleh khas Pandeglang dan Kabupaten Serang, seperti emping mlinjo, dodol, serta buah sawo dan durian.
Menurut dia, pembelinya adalah pengunjung yang selesai berlibur di Pantai Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung.
“Tahun kemarin sangat sepi, itu juga belum tentu laku sehari. Malah sering kami yang nombok," ucapnya.
Dia bersyukur mudik sudah diperbolehkan dan tidak ada penyekatan.
Harga oleh-oleh yang dijual Hari berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 100.000.
Rata-rata pembelinya adalah keluarga yang hendak pulang ke daerahnya masing-masing dan ingin membawa oleh-oleh atau bingkisan dari Pandeglang atau Serang.
Baca juga: Saat Pemudik Tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Bercanda dengan Ganjar Soal Oleh-oleh
Menurut dia, wisatawan dan pemudik makin banyak pada H+3 dari siang hingga malam hari.
"Kadang saat macet, pengunjung bersinggah di sini untuk beristirahat sambil membeli jajanan dan oleh-oleh,” katanya.
Hari berharap tahun depan tidak ada larangan mudik dan libur Lebaran meskipun masih pandemi Covid-19.
Larangan mudik, ujar Hari, berdampak pada bangkrutnya para pedagang oleh-oleh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pemudik-buru-oleh-oleh.jpg)